Galeri Undangan
Showing posts with label Documentary. Show all posts
Showing posts with label Documentary. Show all posts

Ini Dia, Dokumen Rahasia Amerika Yang Bocor di Irak



0


Tentara AS di Irak (reuters) 
1. Iran Persenjatai Milisi untuk Menculik dan Membunuh Tentara AS   
 
Sejumlah fakta semasa perang Irak bocor karena dokumen rahasia militer beredar ke publik lewat wikileaks. Termasuk dokumen yang berisi tentang nimbrungnya Iran dalam kekacauan di Irak.

Reuters memberitakan, Sabtu (23/10/2010), dalam dokumen tersebut Iran disebut terlibat perang bayangan dengan pasukan AS di Irak. Teheran dituding menggunakan milisi untuk membunuh dan menculik prajurit AS.

Milisi dilatih sedemikian rupa oleh, yang diduga kuat, Garda Revousi Iran. Bahkan pada Agustus lalu, utusan khusus AS di Irak menyebutkan Iran bertanggung jawab atas 1/4 korban tentara AS yang tewas.

Belum ada tanggapan dari Iran atas informasi yang beredar ini. Namun Menlu AS Hillary Clinton mengatakan informasi rahasia yang beredar bebas bisa membuat warga AS dalam bahaya. Pentagon juga memperingatkan bocornya dokumen ini bisa membuat nyawa pasukan AS dan rakyat Irak terancam.

Pendapat berbeda diutarakan oleh anggota kongres dari Partai Demokrat, Dennis Kucinich dari Ohio. Dia berpendapat informasi perang di Irak harus dibeberkan supaya rakyat AS tahu.

"Rakyat AS punya hak untuk tahu berapa banyak orang tak bersalah tewas di Irak. Bisa saja lebih dari jutaan orang tak bersalah tewas karena invasi dan perang yang berkelanjutan," katanya

Dalam websitenya, Wikileaks mulai melempar dokumen tersebut ke publik pada tanggal 22 Oktober 2010. Mereka mengklaim kebocoran ini merupakan yang terbesar dalam sejarah militer Amerika.

Dari data ini terlihat kalau lebih dari 60 persen korban tewas adalah warga sipil. Hampir 31 warga tak bersalah harus meregang setiap harinya di Irak selama 6 tahun pendudukan As di Irak.

2. Bangunan Sipil Diledakkan Karena Ada 1 Terduga Musuh

Demi mengejar satu terduga musuh, militer AS tampaknya bisa melakukan tindakan apapun walau tergolong ekstrim. Termasuk meledakkan satu bangunan sipil.

Pendiri wikileaks Julian Assange mengatakan, berdasar dokumen rahasia militer AS yang berada di tangannya, ada sejumlah laporan yang bisa dijadikan terjadi salah target. Salah satunya adalah meledakkan bangunan sipil demi membunuh satu terduga musuh.

"Ada laporan penduduk sipil dibunuh di checkpoint, tahanan Irak disiksa pasukan koalisi, dan pasukan AS meledakkan seluruh bangunan sipil karena di dalamnya ada satu terduga musuh," demikian yang tertulis dalam wikileaks seperti dikutip detikcom dari reuters, Sabtu (23/10/2010).

Laporan lainnya menyebutkan ada helikopter Apache AS yang membunuh musuh yang sudah menyerah. Mereka beralasan musuh tidak bisa menyerah pada pesawat atau helikopter.

"CLEARED TO ENGAGE . / ___ STATES THEY CAN NOT SURRENDER TO AIRCRAFT AND ARE STILL VALID TARGETS."
Dalam websitenya, wikileaks mulai melempar dokumen tersebut ke publik pada tanggal 22 Oktober 2010. Mereka mengklaim kebocoran ini merupakan yang terbesar dalam sejarah militer Amerika.

Isi dokumen berisi antara lain ada 109.032 orang yang tewas dalam perang Irak. Mereka yang tewas terdiri dari 66.081 warga sipil, 23.984 pengacau keamanan (musuh), 15.196 tentara Irak, 3.771 pasukan koalisi.

Dari data ini terlihat kalau lebih dari 60 persen korban tewas adalah warga sipil. Hampir 31 warga tak bersalah harus meregang setiap harinya di Irak selama 6 tahun pendudukan As di Irak.
 
3. Militer AS Tutup Mata Penyiksaan Tahanan Irak


Tentara AS di Irak (reuters)

Militer AS memegang kendali keamanan semasa pendudukan di Irak. Tapi mereka justru membiarkan saja aksi penyiksaan dan kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan Irak terhadap tahanan perang.

Hal tersebut terungkap dalam dokumen rahasia militer AS yang dirilis oleh Wikileaks. Tidak ada proses hukum terhadap polisi Irak yang menyiksa tahanan hingga cedera parah.

Wikileaks memberikan akses ke dokumen rahasia tersebut ke beberapa media internasional. Salah satu dokumen berisi cerita saat tahanan ditembak kakinya oleh polisi Irak. Tulang iganya patah, bagian tubuhnya terluka sana-sini karena juga dihantam oleh cambuk.

"Hasilnya: Tidak ada penyelidikan lebih lanjut," demikian yang ditulis The Guardian dan dikutip reuters, Sabtu (23/10/2010).

Amnesti International mempertanyakan kenapa pemerintah AS melakukan 'pembiaran' ini. Ada indikasi kalau pemerintah AS telah melanggar hukum internasional dengan menyerahkan tahanan ke pasukan keamanan Irak yang diketahui akan menyiksa mereka.

"Dokumen ini menjadi bukti tambahan kalau otorita AS telah tahu penyiksaan sistematis ini selama bertahun-tahun," ujar Direktur Amnesti International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Malcolm Smart.

Dalam websitenya, Wikileaks mulai melempar dokumen tersebut ke publik pada tanggal 22 Oktober 2010. Mereka mengklaim kebocoran ini merupakan yang terbesar dalam sejarah militer Amerika.

Isi dokumen berisi antara lain ada 109.032 orang yang tewas dalam perang Irak. Mereka yang tewas terdiri dari 66.081 warga sipil, 23.984 pengacau keamanan (musuh), 15.196 tentara Irak, 3.771 pasukan koalisi.

Dari data ini terlihat kalau lebih dari 60 persen korban tewas adalah warga sipil. Hampir 31 warga tak bersalah harus meregang setiap harinya di Irak selama 6 tahun pendudukan As di Irak.
Helikopter Apache Berondong Musuh yang Sudah Menyerah
Dokumen rahasia militer AS yang bocor di Wikileaks menunjukkan fakta-fakta pelanggaran HAM yang dilakukan tentara AS selama pendudukan di Irak. Dalam salah satu dokumen, tentara AS menembaki musuh yang diketahui sudah menyerah.  Pendiri Wikileaks Julian Assange mengatakan, salah satu dokumen berisi log perang helikopter apache yang membunuh musuh yang sudah menyerah.

4. Wikileaks 'Pamerkan' 400 Ribu Dokumen Rahasia Militer AS di Irak
 
Dokumen rahasia militer AS yang berisi aksi tentaranya selama perang Irak dibeberkan di Wikileaks. Tidak kurang dari 391.832  logs  atau catatan selama perang 1 Januari 2004 sampai 31 Desember 2009 dirilis ke publik.


5. AS abaikan penyiksaan warga Irak
 
Situs internet Wikileaks membocorkan hampir 400.000 dokumen Perang Irak Dokumen militer Amerika yang dibocorkan situs Wikileaks menunjukkan Amerika membiarkan penyiksaan yang dilakukan aparat Irak.
Wikileaks berencana mempublikasikan dokumen rahasia hari Jumat (22/10)                          Militer Amerika mengatakan penerbitan sejumlah dokumen rahasia di situs Wikileaks dapat membahayakan pasukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dan warga sipil Irak.              Situs pembocor rahasia ini diperkirakan akan memasang ratusan ribu dokumen militer Amerika mengenai perang Irak.


6. Pentagon Was-was Rencana WikiLeaks Bocorkan Dokumen Perang Irak
 
Rencana pembocoran dokumen rahasia oleh WikiLeaks kembali membuat Pentagon waspada. Mereka menjaga betul dokumen-dokumen rahasia mereka, karena WikiLeaks sesumbar akan membocorkan 400.000 dokumen militer perang Irak.

www.detiknews.com






add post | Wahoha

Belanda Tidak Pernah Menjajah Indonesia Selama 350 Tahun



0

Tentara KNIL
 
Sejarahwan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari, mengatakan tidaklah benar bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun. Karena jika angka tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran, maka awal mula penjajahan di Indonesia adalah tahun 1592. "Padahal, bangsa Belanda pada tahun 1592 itu belum tiba di Indonesia. Belanda sendiri tiba di Indonesia, yakni di Banten, pada tahun 1552 di bawah pimpinan Cornelius De Houtman untuk menjajaki potensi perdagangan di Indonesia," katanya di Medan, Sabtu.

Oleh karena itu, kata dia, yang benar adalah bahwa Belanda memerlukan waktu selama  lebih kurang 300 tahun untuk menaklukkan Indonesia. Hal ini ditandai oleh maraknya penentangan pemerintahan di sejumlah daerah untuk menolak intervensi Belanda seperti Raja Tallo, Iskandar Muda, dan Sultan Agung yang semuanya muncul dari beberapa wilayah di Indonesia. Ia mengatakan, masa penjajahan di Indonesia tidak bisa digeneralisasikan untuk semua kawasan di Indonesia karena setiap daerah memiliki masa waktu berbeda untuk dijajah oleh bangsa asing. Oleh karena itu, dalam pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah, mutlak dilakukan reformasi pembelajaran sejarah. Sementara itu, staf peneliti Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas negeri Medan (Unimed), Erond Damanik, merujuk pada pendapat GJ Resink Tahun 1987 dalam bukunya Raja dan Kerajaan Yang Merdeka Di Indonesia Tahun 1850-1910. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1850 hingga 1910, masih banyak daerah di Indonesia yang masih merdeka atau belum diduduki oleh Kolonial Belanda.

Kapal Dagang VOC


Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masa Indonesia dijajah Belanda tidak benar selama 350 tahun, karena hingga tahun 1907 masih banyak wilayah yang bebas dari pengaruh Belanda. Misalnya, di Sumatera Utara ada perang Sisingamangaraja (1887-1907), Kiras Bangun (1901-1905), Rondahaim (1870-1889), maupun Datuk Sunggal masih mengobarkan perang terhadap Belanda termasuk wilayah Aceh. "Justru yang benar adalah sebaliknya, yakni Belanda membutuhkan waktu sekitar 300 tahun untuk menaklukkan seluruh wilayah di Indonesia. Jadi, mari sama-sama kita luruskan perjalanan bangsa ini. Kita tidak pernah dijajah selama 350 tahun, tapi justru yang terjadi adalah Belanda memerlukan waktu selama 300 tahun untuk menaklukkan kita," katanya

Sumber: lintasberita






add post | Wahoha

10 Fakta Penting 17 Agustus 1945 Yang Tidak Dipublikasikan



0

Soekarno sakit saat pembacaan teks proklamasi


1. Soekarno Sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan
Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sblm pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Saat itu, tepat di tengah2 bulan puasa Ramadhan.

"Pating greges", keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.

Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. "Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!", ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya; masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai...

2. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Dibuat Sangat Sederhana
Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun!

3. Bendera dari Seprai
Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!

4. Akbar Tanjung Jadi Menteri Pertama “Orang Indonesia Asli”
Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar "orang Indonesia asli". Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. "Orang Indonesia asli" pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan (1988-1993).


5. Kalimantan Dipimpin 3 Kepala Negara
Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden SBY (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Najib (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).

6. Setting Revolusi di Indonesia Diangkat Ke Film
Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, "Tahun Vivere Perilocoso" (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film - dalam bahasa Inggris; "The Year of Living Dangerously". Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan Australia yg ditugaskan di Indonesia pada 1960-an, pada detik2 menjelang peristiwa berdarah th 1965. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!

7. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah
Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

8. Soekarno Memandikan Penumpang Pesawat dengan Air Seni
Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang.

9. Negatif Film Foto Kemerdekaan Disimpan Di Bawah Pohon
Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?

10. Bung Hatta Berbohong Demi Proklamasi
Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama "Abdullah, co-pilot". Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi.

Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Dandhi mengetahui perjuangan Hatta. Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa "Abdullah" itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya."You are a liar !" ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru






add post | Wahoha

Vietnam, 35 Tahun yang Lalu [ 47 Foto ]



0

30 April, adalah ulang tahun ke-35 Kejatuhan Saigon dan akhir Perang Vietnam, dan Selasa lalu, 4 Mei adalah peringatan 40 tahun protes penembakan mahasiswa di Kent State University. Perang Vietnam dan keterlibatan Amerika di dalamnya mempengaruhi kehidupan jutaan selama lebih dari satu dekade, menuntut biaya besar kemanusiaan dengan jutaan kematian dan cedera yang tak terhitung jumlahnya - baik fisik dan mental - bahwa wabah banyak dari mereka yang terlibat untuk hari ini. Amerika Serikat keterlibatan militer dan kekuatan pasukan tumbuh pesat sejak 1964 - pada level tertinggi pada tahun 1968, dengan lebih dari 500.000 tentara di lapangan. Vietnam Veterans Memorial di Washington, DC sekarang terukir nama-nama dari 58.267 orang tentara. Itu hampir mustahil untuk membungkus sebuah acara skala tersebut dalam beberapa foto, tapi di sini, 35 tahun setelah berakhirnya konflik, adalah upaya  (total 47 foto)

Hovering U.S. Army helicopters pour machine gun fire into a tree line to cover the advance of South Vietnamese ground troops in an attack on a Viet Cong camp 18 miles north of Tay Ninh, northwest of Saigon near the Cambodian border, in Vietnam on March 1965. (AP Photo/Horst Faas)


An M41 tank of the South Vietnamese Army advances on enemy positions in Saigon, Vietnam in May of 1960. (US Department of Defense) #


Injured Vietnamese receive aid as they lie on the street after a bomb explosion outside the U.S. Embassy in Saigon, Vietnam, March 30, 1965. Smoke rises from wreckage in background . At least two Americans and several Vietnamese were killed in the bombing. (AP Photo/Horst Faas) #


A U.S. Marine CH-46 Sea Knight helicopter comes down in flames after being hit by enemy ground fire during Operation Hastings, just south of the Demilitarized Zone between North and South Vietnam on July 15, 1966. The helicopter crashed and exploded on a hill, killing one crewman and 12 Marines. Three crewman escaped with serious burns. (AP Photo/Horst Faas) #


A young Marine private waits on the beach during the Marine landing, Da Nang, Vietnam, August 3, 1965. (U.S. Marine Corps.) #


A napalm strike erupts in a fireball near U.S. troops on patrol in South Vietnam in 1966 during the Vietnam War. (AP Photo) #


A Vietnamese litter bearer wears a face mask to keep out the smell as he passes the bodies of U.S. and Vietnamese soldiers killed in fighting against the Viet Cong at the Michelin rubber plantation, about 45 miles northeast of Saigon, Nov. 27, 1965. More than 100 bodies were recovered after a human wave assault by guerrillas. (AP Photo/Horst Faas) #


Sgt. Ronald A. Payne, from Atlanta, Georgia, Squad Leader of Company A, 1st Bn, 5th Infantry, 25th Infantry Division, checks a tunnel entrance carrying a flashlight and a sidearm, before entering it to search for Viet Cong and their equipment during Operation "Cedar Falls" in the Ho Bo Woods, 25 miles north of Saigon on January 24th, 1967. (US Department of Defense/SP5 Robert C. Lafoon, US Army Sp Photo Det Pac) #


An aerial port bow view of the Forrestal Class Aircraft Carrier, USS Forrestal, underway approximately one month after fires and explosions damaged the ship leaving 132 crewmen dead, 62 injured, and two missing and presumed dead while on duty in waters off Vietnam in July of 1967. (U.S. Navy/PHC H.L. WISE)#


A UH-1D helicopter from the 336th Aviation Company sprays a defoliation agent on a dense jungle area in the Mekong delta. (US Department of Defense/Brian K. Grigsby, SPC5) #


Buddhist nun Thich Nu Thanh Quang burns to death in an act of suicide protest against the government's Catholic regime at the Dieu de Pagoda in Hue, South Vietnam, May 29, 1966. (AP Photo) #


Paratroopers of the U.S. 2nd Battalion, 173rd Airborne Brigade hold their automatic weapons above water as they cross a river in the rain during a search for Viet Cong positions in the jungle area of Ben Cat, South Vietnam on Sept. 25, 1965. (AP Photo/Henri Huet) #


(1 of 3) South Vietnamese forces escort suspected Viet Cong officer Nguyen Van Lem (also known as Bay Lop) on a Saigon street Feb. 1, 1968, early in the Tet Offensive. (AP Photo/Eddie Adams) #


(2 of 3) South Vietnamese General Nguyen Ngoc Loan, chief of the national police, fires his pistol into the head of suspected Viet Cong officer Nguyen Van Lem on a Saigon street, on Feb. 1, 1968. (AP Photo/Eddie Adams) #


(3 of 3) South Vietnamese General Nguyen Ngoc Loan holsters his gun after executing suspected Viet Cong officer Nguyen Van Lem whose body lies on a Saigon street Feb. 1, 1968, early in the Tet Offensive. (AP Photo/Eddie Adams) #


Demonstrators in Berkeley, California march against the war in Vietnam in December of 1965. (AP Photo) #


Anti-war protesters gather by the Reflecting Pool with the Washington Monument in the background, in Washington D.C. on Oct. 21, 1967. (AP Photo) #


A Viet Cong base camp is torched near My Tho, Vietnam on April 5th, 1968. In the foreground is Private First Class Raymond Rumpa, St Paul, Minnesota, C Company, 3rd Battalion, 47th Infantry, 9th Infantry Division, with 45 pound 90mm recoilless rifle. (US Department of Defense) #


An Air Force F-100D Super Sabre aircraft fires a salvo of 2.75-inch rockets against an enemy position in South Vietnam on January 1st, 1967. (US Department of Defense) #


During Operation "Bushmaster", a member of Company "L", (Ranger), 75th Infantry, wearing camouflage makeup sits alone with his thoughts while waiting to participate in an assault mission against North Vietnamese Army (NVA) forces in Vietnam in August of 1971. (US Department of Defense/SP4 John L. Hennesey, 221st Sig Co) #


Women and children crouch in a muddy canal as they take cover from intense Viet Cong fire at Bao Trai, about 20 miles west of Saigon, Vietnam on Jan. 1, 1966. (AP Photo/Horst Faas) #


The body of an American paratrooper killed in action in the jungle near the Cambodian border is raised up to an evacuation helicopter in War Zone C, Vietnam in 1966. (AP Photo/Henri Huet) #


U.S. Marines emerge from their muddy foxholes at sunrise after a third night of fighting against continued attacks of north Vietnamese 324 B division troops during the Vietnam War on Sept. 21, 1966. (AP Photo/Henri Huet) #


Members of the 101st Airborne Division take photographs during the Bob Hope Christmas Show at Camp Eagle in Vietnam on December 23rd, 1970. (US Department of Defense/SP5 Joel M. Shanus, USA Sp Photo Det, Pac) #


Entertainer Sammy Davis Jr. performs for members of the 1st Cavalry Division (Airmobile) in an undisclosed location in Vietnam during February of 1972. (US Department of Defense/SP4 George Gibbons, USA Sp Photo Det, Pac) #


Add caption


A marine helps his wounded comrade to cover despite North Vietnamese fire during battle on May 15, 1967 in the western sector of "Leatherneck Square" south of the demilitarized zone in South Vietnam. (AP Photo/John Schneider) #


Supporters of the Vietnam moratorium lie in the Sheep Meadow of New York's Central Park Nov. 14, 1969 as hundreds of black and white balloons float skyward. A spokesman for the moratorium committee said the black balloons represented Americans who died in Vietnam under the Nixon administration, and the white balloons symbolized the number of Americans who would die if the war continued. (AP Photo/J. Spencer Jones) #


Demonstrators tend to fallen student John Cleary after he was shot and wounded by the Ohio National Guard on the campus of Kent State University May 4 1970. He survived. Four students were killed and nine wounded during a demonstration against the expansion of the war in Vietnam into Cambodia. (KSU Photo by Doug Moore/REUTERS) #


(1 of 3) Bombs with a mixture of napalm and white phosphorus jelly dropped by Vietnamese AF Skyraider bombers explode amidst homes and in front of the Cao Dai temple in the outskirts of Trang Bang, June 8, 1972. In the foreground are Vietnamese soldiers and news and cameramen from various international news organizations who watch the scene. The towers of the Trang Bang Cao Dai temple are visible in the center of the explosions. (AP Photo/Nick Ut) #


(2 of 3) South Vietnamese forces follow after terrified children, including 9-year-old Kim Phuc (center left), as they run down Route 1 near Trang Bang after an aerial napalm attack on suspected Viet Cong hiding places, June 8, 1972. A South Vietnamese plane accidentally dropped its flaming napalm on South Vietnamese troops and civilians. The terrified girl had ripped off her burning clothes while fleeing. The children from left to right are: Phan Thanh Tam, younger brother of Kim Phuc, who lost an eye, Phan Thanh Phouc, youngest brother of Kim Phuc, Kim Phuc, and Kim's cousins Ho Van Bon, and Ho Thi Ting. Behind them are soldiers of the Vietnam Army 25th Division. (AP Photo/Nick Ut) #


(3 of 3) Television crews and South Vietnamese troops surround 9 year old Kim Phuc on Route 1 near Trang Bang after she was burned by a misdirected aerial napalm attack, June 8, 1972. A South Vietnamese plane targeting suspected Viet Cong positions dropped its flaming napalm on the civilian village. (AP Photo/Nick Ut) #


Side view of an HH-53 helicopter of the 40th Aerospace Rescue and Recovery Squadron as seen from the gunner's position on an A-1 of the 21st Specialist Operations Squadron. (USAF Photo by Ken Hackman) #


Dak To, Vietnam, First Sgt. Benjamin Reynolds and 1st Sgt. Robert M. Baker, both of Co. B, 3rd Bn., 12th Infantry, 4th Infantry Division, raise the American flag on Hill No. 927 on December 5th, 1967. (US Department of Defense/Spec. 4 R. Abeyta) #


D. R. Howe (Glencoe, MN) treats the wounds of Private First Class D. A. Crum (New Brighton, PA), "H" Company, 2nd Battalion, Fifth Marine Regiment, during Operation Hue City on February 6th, 1968. (US Department of Defense) #


Unaware of incoming enemy round, a South Vietnamese photographer made this picture of a South Vietnamese trooper dug in at Hai Van, South of Hue, Nov. 20, 1972. Camera caught the subsequent explosion before the soldier had time to react. (AP Photo) #


A Viet Cong prisoner awaits interrogation at the A-109 Special Forces Detachment in Thuong Duc, Vietnam, (25 km west of Da Nang), 23 January 1967. (AFP PHOTO/National Archives) #


On May 7th, 1968, near Tan Son Nhut Airbase outside Saigon, Vietnam, the bodies of three North Vietnamese Army (NVA) soldiers lie in the street just off Plantation Road in an area which was devastated by air strikes and fires during a battle in and around the Old French Cemetery. (US Department of Defense/SP5 J.F. Fitzpatrick, Jr., 69th Sig Bn (A)) #


A North Vietnam ese 122 mm shell explodes in a direct hit on a U.S. ammunition bunker of 175 mm cannon emplacements at Gio Linh, next to demilitarization zone between north and south Vietnam, Sept. 1967. (AP Photo) #


A wounded U.S. paratrooper grimaces in pain while waiting for medical evacuation at base camp in the A Shau Valley near the Laos border in South Vietnam during the Vietnam War. Photo taken by then AP photographer Hugh Van Es on May 19, 1969. (AP Photo/Hugh Van Es) #


Released prisoner of war Lt. Col. Robert L. Stirm is greeted by his family at Travis Air Force Base in Fairfield, California on March 17, 1973, as he returns home from the Vietnam War. (AP Photo/Sal Veder) #


South Vietnamese marines line beaches and swim out to ships, fleeing from the northern port city of Da Nang on March 29, 1975 before its fall to the Viet Cong and north Vietnamese. This picture was taken as some marines successfully fled, abandoning scores of weapons, vehicles and even a helicopter. In the foreground, men on LSTs (Landing Ship, Tank) prepare to throw rope to marines coming up on inner tubes. Only a fraction of the city's 100,000 defenders were evacuated before its fall. (AP Photo) #

A refugee clutches her baby as a government helicopter gunship carries them away near Tuy Hoa, 235 miles northeast of Saigon on March 22, 1975. They were among thousands fleeing from recent Communist advances. (AP Photo/ Nick Ut) #


North Vietnamese troops run across the tarmac of Tan Son Nhat air base in Saigon as smoke billows behind abandoned U.S. Air Force transport planes April 30, 1975. The taking of Saigon marked the fall of the U.S.-backed south and the end to a decade of fighting. (Vietnam News Agency/REUTERS) #


Mobs of Vietnamese people scale the wall of the U.S. Embassy in Saigon, Vietnam, trying to get to the helicopter pickup zone, just before the end of the Vietnam War on April 29, 1975. (AP Photo/Neal Ulevich) #


A North Vietnamese tank rolls through the gate of the Presidential Palace in Saigon, signifying the fall of South Vietnam on April 30, 1975. (AP Photo) #


A young South Vietnamese woman covers her mouth as she stares into a mass grave where victims of a reported Viet Cong massacre were being exhumed near Dien Bai village, east of Hue, in April 1969. The woman's husband, father and brother had been missing since the Tet Offensive, and were feared to be among those killed by Communist forces. (AP Photo/Horst Faas) #






Sumber: http://www.boston.com/bigpicture/2010/05/vietnam_35_years_later.html






add post | Wahoha


 

eFBez Copyright © 2010