Galeri Undangan

Telinga Cangkok Bisa Internet



 Artist Stelarc’s Extra Ear Project At The Exit Art Gallery
 Image source: impactlab.net

Dikaruniai sepasang telinga di kepala sepertinya belum bisa memuaskan pendengaran seorang seniman sekaligus ilmuwan asal Australia. Lewat sebuah proyek eksperimental, ia sukses mencangkokan telinga ketiga di lengan kirinya.

Seniman bernama Stelios Arcadiou alias Stelarc itu mencangkokkan telinga palsu hasil kloning itu pada September 2006 silam. Butuh waktu 10 tahun untuk menemukan dokter bedah yang mau melakukan pencangkokan tersebut untuknya.

Stelarc merupakan seniman berdarah Yunani, kelahiran Siprus 63 tahun yang lalu. Stelarc yang juga merupakan profesor di Schools of Arts at Brunel University memang dikenal sebagai seniman yang gemar melakukan eksperimen dengan tubuhnya.

 Artist Stelarc’s Extra Ear Project At The Exit Art Gallery
 Image source: impactlab.net

Baginya, menghadirkan sentuhan teknologi ke dalah tubuh adalah sesuatu yang menyenangkan. Dalam sebuah pertunjukkan, ia pernah menghubungkan diri dengan perangkat mesin yang dapat mengendalikan tubuhnya secara elektronik.

Namun di antara berbagai aksinya, cangkok telinga di lengan merupakan salah satu yang paling ekstrem. Sebab telinga cangkokan itu tak hanya bisa digunakan untuk mendengar, tetapi juga dapat terhubung dengan internet.

Karena dilengkapi transmitter (pemancar) dengan teknologi Bluetooth, telinga palsu yang terpasang di lengan kiri Sterlarc bisa terhubung dengan internet. Iapun tidak lagi membutuhkan ponsel untuk berkomunikasi, cukup berbisik di telinga cangkokan itu maka suaranya bisa dipancarkan ke manapun ia mau.

"Anda bisa berbicara dengan saya lewat telepon, dan saya bicara lewat telinga ini. Tetapi suara Anda akan saya dengarkan langsung di kepala saya," ungkap Stelarc seperti dikutip dari situsnya, stelarc.va.com.au, Senin (16/8/2010).

Hal itu dimungkinkan karena transmitter di lengannya terhubung secara nirkabel dengan rangkaian receiver (penerima) yang dipasang di dalam mulutnya. Jika ia membuka mulutnya, orang yang berada di sekitarnya bisa ikut mendengarkan suara telepon yang sedang ia terima.

Selain kendala teknis seperti infeksi dan nekrosis (kematian sel) yang dialaminya beberapa kali selama pencangkokan, proyek ini juga menemukan kendala nonteknis sehingga memakan waktu sangat lama. Dokter bedah di Amerika menolak keinginannya karena ilegal, sampai akhirnya ada dokter yang mau melakukannya di Eropa.

Credit to detilHealth






add post | Wahoha

0 komentar:

Post a Comment



 

eFBez Copyright © 2010