Galeri Undangan
Showing posts with label Vulkano. Show all posts
Showing posts with label Vulkano. Show all posts

Sejarah Letusan Merapi



0

Letusan terdahsyat terjadi pada 1006. Saat itu seluruh Jawa tertutup abu vulkanik. 



Erupsi Gunung Merapi Yogyakarta pada Selasa 26 Oktober 2010 
(Antara/ Wahyu Putro A)

Letusan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta pada Selasa lalu ternyata tidak seberapa bila dibandingkan dengan letusan-letusan sebelumnya.

Letusan pada 1930 setidaknya telah membunuh 1.370 orang di 13 desa di lereng Merapi. Tapi ini bukan letusan terbesar. Letusan terbesar justru terjadi pada 1006. Saat itu seluruh Jawa tertutup abu vulkanik. Sayangnya tidak diketahui berapa korban akibat letusan itu.

Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Gunung Merapi mengalami letusan pertama pada 1006. Rata-rata Merapi meletus dalam siklus pendek antara 2 – 5 tahun, dan siklus menengah setiap 5 – 7 tahun.

Siklus terpanjang pernah tercatat setelah mengalami istirahat selama lebih dari 30 tahun, yaitu pada masa awal terbentuknya gunung aktif. Memasuki abad ke-16, siklus terpanjang Merapi adalah 71 tahun, jeda letusan 1587-1658.

Pusat Vulkanologi mencatat, letusan besar Merapi terjadi pada 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan sebelumnya terjadi empat tahun lalu, tepatnya pada 8 Juni 2006 pukul 09.03.

Saat itu pemerintah mengungsikan 17 ribu warga di lereng Merapi. Namun, dua orang yang berlindung dalam bunker di Kawasan Wisata Kaliadem, Kaliurang, justru terpanggang awan panas. Bunker tak bisa melindungi korban dari wedhus gembel yang suhunya masih 500-600 derajat celcius.

Selasa petang, 26 Oktober, Merapi kembali meletus. Erupsi pertama gunung Merapi terjadi sejak pukul 17.02 WIB, diikuti awan panas selama 9 menit. Kemudian berulang hingga erupsi terakhir pukul 18.21 yang menyebabkan awan panas selama 33 menit.
Awan panas ini telah meluluhlantakkan beberapa kampung di lereng Merapi. Setidaknya 30 orang meninggal atas musibah ini, termasuk juru kunci Mbah Maridjan dan redaktur senior VIVAnews.com, Yuniawan Nugroho. (umi)

via: VIVAnew.com






add post | Wahoha

Mbah Maridjan Meninggal dalam Keadaan Bersujud



0

Foto: peristiwa pompeii di Naples

JAKARTA -- Simpang siur mengenai nasib Mbah Marijan terjawab sudah. Juru kunci Gunung Merapi Raden Ngabehi Surakso Hargo itu ditemukan tewas oleh tim SAR yang terus mencari keberadaannya pada Rabu (27/10) dinihari tadi. JPNN mendapatkan keterangan meninggalnya Mbah Marijan dari Kyai Masrul, yang tinggal di Cangringan, kawasan Kaliurang, tadi pagi.


"Ya, Mbah Marijan meninggal, di rumahnya," ujar Kyai Masrul, yang dikenal sebagai 'kyai nyentrik' itu. Saat ditemukan, jenazah Mbah Marijan dalam posisi sujud.  Dugaan kuat, saat awan panas atau biasa dikenal dengan sebutan wedhus gembel berhembus kuat, Mbah Marijan sedang shalat.

Saat itu, di rumah Mbah Marijan juga terdapat sejumlah wartawan yang ingin menemuinya untuk wawancara. Salah satu wartawan yang sudah dipastikan tewas adalah  wartawan Vivanews Yuliawan Wahyu Nugroho.

Berdasarkan laporan Wartawan Radar Jogja (Grup JPNN) Azam Sauki Adham yang berhasil menjangkau kompleks rumah Mbah Maridjan sekitar pukul 22.30, melaporkan, menemukan lima mayat dalam kondisi hangus. Satu mayat berada di dekat mobil APV dengan pelat nomor polisi AB 1053 DB. Sedangkan di dalam rumah ditemukan empat mayat. Satu diantara empat mayat itulah, salah satunya Mbah Marijan. (sam/jpnn.com)






add post | Wahoha

Mengerikan, Ternyata Ada Gunung Lumpur Purba di Sidoarjo Berusia 2000 Tahun



0

Masih ada dua kanal lumpur panas lain yang berpotensi meletus sewaktu-waktu.
 
Sudah lewat empat tahun sejak semburan lumpur panas di Porong Sidoarjo Jawa Timur terjadi. Kini, petaka 29 Mei 2006 itu masih terus memuntahkan sekitar 150 ribu kubik lumpur saban hari. Kontroversi mengenai penyebabnya hingga kini terus berlangsung.



Pendapat para ilmuwan terbelah dalam mengidentifikasi penyebab semburan lumpur yang dalam bahasa ilmiahnya disebut mud volcano itu. Sebagian berpendapat itu disebabkan aktivitas pengeboran minyak PT Lapindo Brantas. Sebagian lainnya mengatakan bahwa meletusnya mud volcano diakibatkan aktivitas seismik yang dipicu gempa Yogyakarta yang terjadi dua hari sebelumnya, pada 27 Mei 2006.

Belum lama ini sekelompok ilmuwan geologi Rusia menuntaskan riset enam bulan mereka tentang lumpur Sidoarjo (LUSI) yang mengungkap temuan cukup mengejutkan. Mereka menyimpulkan Lusi disebabkan oleh aktifnya gunung lumpur purba di daerah itu, akibat dua gempa yang terjadi sebelumnya. Mereka juga menemukan bahwa terdapat dua kanal lumpur panas yang berpotensi meletus sewaktu-waktu.

Tim ini diawaki para ahli yang berasal dari Universitas Nasional Odessa Ukraina, Kementrian Lingkungan Ukraina, dan AP Karpinsky Russian Geological Research Institute/VSEGEI--ini adalah otoritas lembaga geologi tertinggi di Rusia yang didirikan sejak 1885. Salah satu di antaranya adalah seorang pakar senior yang turut menentukan lokasi pembangkit nuklir Bushehr di Iran, salah satu reaktor nuklir yang paling ditakuti negara Barat.

Jumat, 1 Oktober 2010 lalu, Indra Darmawan dan Denny Armandhanu dari VIVAnews.com menjumpai Dr. Sergey V Kadurin (Kepala tim riset), Prof. Igor Nikolaevich Kadurin (penasihat tim riset), dan Yuriy P. Rakintsev (Presiden Direktur RineftGaz, perusahaan minyak dan gas Rusia yang membiayai riset), di sebuah hotel di Jakarta. 

Berikut petikan wawancaranya.

Apa sebetulnya tujuan dari riset ini? Apa yang membuat Anda merasa perlu mengadakan penelitian di sini?

Sergey Kadurin: Saya memang bekerja meneliti mud volcano. Ini bidang saya. Ini adalah kesempatan baik bagi saya untuk datang ke Indonesia, karena ini adalah salah satu mud volcano terbesar di dunia yang termasuk dalam tipe caldera. Saya tentu tak akan menyia-nyiakan untuk meneliti obyek ini. Sebelumnya kami telah melakukan penelitian yang sama terhadap mud volcano di Ukraina dan Azerbaijan. Kini, tujuan kami adalah untuk menguji metodologi kami di Indonesia.

Dari mana Anda memperoleh pembiayaan untuk riset ini? Apakah ada dana dari pihak-pihak yang terkait PT Lapindo Brantas?

Sergey Kadurin: Semua pembiayaan dilakukan oleh perusahaan minyak dan gas bumi Rusia RINeftGaz.

Yuriy Rakintsev: Penelitian ini merupakan bukti persahabatan antara negara Indonesia dengan Rusia. RINeftGaz sendiri sudah lama memiliki usaha di Indonesia dan kami bermitra dengan berbagai pihak di Indonesia termasuk dengan Pertamina. Ini meneruskan persahabatan antara Indonesia dengan Rusia yang telah dimulai sejak Presiden Sukarno. Kedua negara sama sekali tidak pernah berkonflik. Beberapa proyek besar di Indonesia, misalnya saja Stadion Sepakbola Senayan, merupakan hasil kerja sama antara kedua negara.  

Beberapa waktu lalu saya juga sempat ke Kalimantan. Di sana saya sempat diberitahu bahwa ternyata jalan utama di tempat itu dibuat oleh insinyur-insinyur Rusia sejak tahun 1950-an dan hingga kini jalanan itu masih bagus dan berfungsi dengan baik. Jadi kami ingin meningkatkan kerja sama antara dua negara.

Adapun, penelitian ini diawali oleh kunjungan masing-masing kedua kepala negara. Setelah Presiden Vladimir Putin datang ke Indonesia pada November 2007, kedua negara melakukan perjanjian kerjasama, di antaranya  termasuk proyek riset ini. 

Apa saja hasil riset Anda?

Sergey Kadurin: Seperti yang Anda ketahui, Indonesia khususnya Pulau Sumatera, Jawa adalah tempat bertemunya dua lempeng tektonik: lempeng Australia di bagian selatan dengan lempeng Eurasia di bagian utara. Lempeng Australia menumbuk lempeng Eurasia dengan kecepatan 7 cm per tahun, yang mana merupakan kecepatan tektonik terbesar di dunia.

Bertemunya dua lempeng ini menghasilkan jajaran gunung berapi di bagian utara pertemuan lempeng, serta daerah secondary convection cell yang biasanya banyak dijumpai minyak, gas, dan juga mud volcano (gunung lumpur). Wilayah ini biasanya disebut juga back-arc basin.
 
Dari data-data seismik dua dimensi (2D) yang kami peroleh dari pemerintah Indonesia, kami melakukan interpretasi untuk mengidentifikasi struktur lumpur. Ini melibatkan tak kurang dari 36 profil seismik dengan panjang lebih dari 600 km dan ekspedisi lapangan untuk mempelajari kondisi geologi-geofisik Jawa Timur dan LUSI. 

Ternyata, di Jawa Timur sendiri terdapat 15 mud volcano, dan LUSI adalah mud volcano ke-15 sekaligus yang terbesar. Kami juga menemukan beberapa sesar (patahan) termasuk sesar Watukosek di wilayah itu. Kami membuat konstruksi Geological Information System (GIS) untuk model tiga dimensi (3D) formasi geologi wilayah itu untuk mengetahui struktur gunung lumpur. 

Selain itu, kami juga mengumpulkan data gempa yang terjadi di wilayah itu selama 25 tahun terakhir (1984-2009). Ternyata dalam tempo tak sampai satu tahun (10 bulan), terjadi dua gempa di wilayah itu. Yakni gempa yang terjadi pada 9 Juli 2005 dan 27 Mei 2006.

Gempa 9 Juli 2005 sebesar 4,4 Skala Richter dengan episentrum tepat 10 km di bawah LUSI. Gempa kedua adalah gempa 27 Mei 2006, gempa Yogyakarta yang berkekuatan 6,3 SR. Menurut kami, ini adalah salah satu penyebab terbukanya saluran lumpur dari gunung lumpur purba yang terbentuk sekitar 150-200 ribu tahun lalu.


Bagaimana mungkin? Bukankah episenter gempa Yogyakarta letaknya sangat jauh dengan lokasi LUSI?

Lokasi keduanya berjarak hampir 200 km (185 km).  Tapi bila Anda lihat di peta, Yogyakarta berada di bawah jajaran sistem gunung berapi di Jawa. Sementara Sidoarjo terletak di bagian atas sistem gunung berapi di Jawa. Sistem gunung berupa magmatik ini mirip seperti sebuah kabel.

Ketika Anda tekan kabel pada bagian bawah, akan terjadi gaya tekan ke bagian atasnya. Dengan struktur magmatik tersebut, gelombang seismik gempa Yogyakarta akan mempengaruhi struktur gunung lumpur LUSI. Jadi, jarak 200 km bagi sebuah proses geologi tidak berarti apa-apa. 

Lalu kenapa gempa Yogyakarta tidak mempengaruhi sistem gunung lumpur lain selain LUSI?

Sebab, LUSI berada pada kawasan metastabil (tak stabil), dengan sejarah gempa-gempa bumi, letusan gunung berapi dan mud volcano. Semua berkaitan. Apalagi sebelumnya sudah terjadi gempa tepat di bawah lokasi LUSI.

OK, tapi kenapa butuh waktu dua hari sejak gempa Yogyakarta hingga terjadi letusan LUSI pada 29 Mei 2006?

Gunung lumpur LUSI tidak berada pada struktur yang kosong. Terdapat berbagai lapisan batuan. Lumpur dan air butuh waktu untuk naik ke atas, apalagi kedalaman lumpur sekitar 3 km di bawah (pemetaan 3D gunung lumpur LUSI dilakukan hingga kedalaman 5 km di bawah permukaan tanah, Red). 

Apakah penyebabnya hanya gempa saja?

Gempa bumi bukan satu-satunya pemicu semburan LUSI. Semburan terjadi lebih karena struktur geologi di pulau Jawa. Terdapat deposit lumpur dalam jumlah besar di bawah wilayah Sidoarjo. Selain itu pergerakan sesar di sana juga bisa mempengaruhi terjadinya semburan. Pada daerah yang dekat dengan zona subduksi, tekanan bawah tanah memang sangat tinggi karena banyaknya aktivitas magma yang terjadi.

Apakah semburan LUSI juga disebabkan oleh aktivitas pengeboran PT Lapindo Brantas?

Pengeboran tidak ada kaitannya dengan LUSI. Sebab bila pengeboran mengenai struktur lumpur, lumpur seharusnya akan keluar dari mulut sumur pengeboran, karena lumpur akan lebih mudah keluar melalui sumur yang kosong daripada melalui lapisan batuan. Pada kasus LUSI, semburan lumpur terjadi di lokasi yang berjarak sekitar 250 meter dari sumur pengeboran. Dan semburan terjadi di beberapa titik, bukan hanya satu titik.  

Model 3D struktur gunung lumpur LUSI

Tapi apakah getaran dari aktivitas pengeboran bisa mempengaruhi struktur lumpur sehingga mempercepat semburan lumpur?

Semula saya juga sempat mengira seperti itu. Namun, dengan diameter sumur antara 50 cm-1 m, getaran dari pengeboran hanya akan berhenti pada 5-7 m dari sumur. Dan seharusnya energi pengeboran akan mengarah ke bawah.
Dua gempa yang diperkirakan sebagai pemicu semburan LUSI

Tegasnya, apa kesimpulan penelitian Anda?

Menurut hasil studi kami,  LUSI adalah proses alam yang dipicu oleh gempa bumi yang terjadi pada 2005 di Sidoarjo dan gempa pada 2006 di Yogyakarta. Tidak ada yang bisa menghentikan kekuatan alam, proses alam itu jauh lebih kuat dari campur tangan manusia.

Tidak ada seorangpun yang bisa mencegah terjadinya semburan lumpur panas. Setiap klaim yang mengatakan sanggup untuk menghentikan semburan lumpur, itu adalah kebohongan. Dulu di Rusia sempat ada rencana untuk menghentikannya dengan menggunakan bom nuklir, tapi itu tidak benar dan adalah ide yang sangat mengerikan.

Kita hanya bisa memperkirakan proses alam itu dan bagaimana kita menghadapinya. Sayangnya, tidak ada yang bisa menghentikan LUSI. Kita hanya bisa membuat sistem untuk mengetahui apa yang terjadi saat ini dan memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. 

Ada yang bilang kesimpulan seperti Anda ini cuma diyakini oleh minoritas ilmuwan saja di dunia. Benar begitu?

Sepanjang yang saya ketahui, hanya tim kami yang memiliki hasil dari riset geofisika di sini. Hanya tim kami yang memiliki seismic profile. Kami memiliki teknologi untuk melakukan interpretasi dari seismic profile, untuk mengetahui struktur lumpur LUSI. Ini adalah riset LUSI pertama dan satu-satunya yang dilakukan berdasarkan data ilmiah aktual. Dan bagi kami, ini ketiga kalinya kami melakukan pekerjaan semacam ini, dan membuat model 3D GIS untuk mengerti bagaimana struktur lumpur dan lokasinya berada. 

Kami tidak tahu apa dasar dari orang-orang yang memiliki opini berbeda, karena dalam hal ini seharusnya semua kesimpulan harus disandarkan pada data. 

Memang sangat mudah untuk menuding siapa yang bersalah dalam hal ini. Mungkin karena mereka (PT Lapindo) saat itu sedang bekerja di wilayah itu, mereka langsung disalahkan. Padahal, mereka hanya menambang di tempat dan waktu yang salah. 

Sangat berbahaya salah mengasumsikan bahwa bencana ini disebabkan oleh pengeboran. Karena pemerintah jadi mengabaikan kemungkinan potensi bencana lumpur panas lain, yang sebenarnya bisa diantisipasi. Sebab, berdasarkan observasi dari model 3D, kami juga menemukan dua kanal lumpur lain di dekat situ (Sidoarjo) yang potensial meletus sewaktu-waktu.

Lalu, apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah Indonesia?

Untuk mengatasi kasus ini, kami merekomendasikan kepada pemerintah untuk membuat sistem monitoring di wilayah-wilayah dekat semburan lumpur. Sistem ini membutuhkan 10 stasiun dan detektor, yang masing-masing letaknya berjarak sekitar 15 km. 

Di titik pusat harus dipasangi alat untuk mendeteksi gempa seismik yang terjadi di tempat itu. Dengan demikian kita bisa mengetahui tekanan yang terdapat di dalam permukaan wilayah itu, gelombang seismik di bawah tanah, sehingga kita bisa memprediksi kapan dan di mana semburan berikutnya akan terjadi. 

Jadi kita bisa membuat prediksi pada situasi itu. Kita bisa melakukan langkah-langkah mengantisipasinya, seperti misalnya dengan mematikan listrik atau gas, membuat bendungan untuk lumpur baru, dan lain sebagainya. 

10 titik stasiun pendeteksi tekanan lumpur yang diusulkan

Dari model 3D yang Anda buat, dapatkah Anda memprediksi sampai kapan LUSI akan terus menyembur?

Ini sangat tergantung dari tekanan dan struktur lumpur yang terdapat di dalamnya. Untuk memprediksi hal itu diperlukan riset baru. Bagi ukuran gunung lumpur sebesar LUSI, semburan dapat saja bertahan hingga 20 tahun lamanya. Tekanan semburan juga bergantung kepada tekanan dari bawah tanah, pergerakan lempeng. Jika tekanan masih tinggi maka semburan masih akan terus terjadi.

***

Profil Anggota Tim Riset 

Dr. Sergey V. Kadurin

Kadurin adalah seorang pakar geologi dengan pengalaman dan keahlian di bidang-bidang:
- Geologi dan geologi kelautan;
- Mineralogi dan bio-mineralogi;
- Geologi kelautan Quaternary dan palaoeceanography;
- Paleoclimatology, perubahan permukaan laut global;
- Sejarah Quaternary, paleoceanography, glacials dan inreglacial, sapropels dan peristiwa anoxic;
- Pemantauan lingkungan;
- Geologi GIS.

Ia bekerja di Universitas Nasional Odessa, Departemen Kelautan dan Geofisika; sebagai asisten profesor pada 1999-2001 dan saat ini memegang jabatan sebagai pengajar senior. 

Kegiatan:
- 2005 - 2009: proyek HERMES (Hotspot Ecosystems Research on the Margins of European Seas);
- 2005 - 2009: IGCP 521 Laut Hitam - Koridor Mediteranian: Perubahan permukaan laut dan adaptasi manusia, UNESCO, IUGS, koordinator kelompok kerja;
- 2008: Ekspedisi penelitian kapal pengangkut barang “Vladimir Parshin” di Laut Hitam;
- 2007: Ekspedisi ke Semenanjung Kerch;
- 1999: Ekspedisi penelitian kapal pengangkut barang “Sprut” di Laut Hitam;
- 1998: Ekspedisi penelitian kapal pengangkut barang “Argon” di Laut Hitam;
- 1995: Ekspedisi penelitian kapal pengangkut barang “Argon” di Laut Hitam.

Dr. Igor A. Losev

Losev saat ini bekerja sebagai ahli analisis mineral di Universitas Nasional Odessa. Ia memiliki berbagai pengalaman sebagai berikut:
- Pengamatan lingkungan;
- Geologi gunung lumpur;
- Geologi sumber mineral;
- Geologi dan geologi kelautan;
- Mineralogi;
- Geologi kelautan Quaternary dan palaeoceanography;
- Paleoclimatology, perubahan permukaan laut global;
- Geofisika kelautan dan penafsiran seismik.

Dr. Lubov Ju. Eriomina

Eriomina saat ini bekerja di bawah Kementerian Perlindungan Lingkungan Ukraina. Ia juga bekerja sebagai ahli geologi dalam ekspedisi geologi dan geofisika untuk perusahaan negara bagian Prichornomorske semenjak tahun 2007. Keahliannya meliputi:
- Geologi dan geologi-kelautan;
- Proses geologi terbaru dan neotektonik;
- Peran tektoknik dalam pembentukan mineral;
- Keteraturan distribusi mineral dan potensi estimasi mineral Laut Hitam;
- Geologi GIS;
- Palaeoceanography dan gologi kelautan Quaternary;
- Perubahan permukaan laut global.

Dr.  Igor Nikolaevich Kadurin

Nikolaevich adalah penasihat tim yang merupakan ahli senior geofisika Rusia. Ia merupakan tokoh yang telah melakukan seismic profiling di seluruh daratan Rusia sepanjang 140 ribu km, mulai dari 1971. Ia juga sempat membantu pemerintah Iran untuk menentukan posisi yang aman untuk membuat reaktor nuklir di Bushehr. Selain itu ia telah melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

- September 1971 - Oktober 1972: Geofisis, survey geofisika Ilijsky (Kazgeophyztrest);
- Oktober 1972 - April 1979: Kepala Geofisis, eksperimen kusus survey geofisika Spetzgeophysica MinGeo, USSR;
- April 1979 - Juni 1991: Kepala Departemen, Survey Daerah Geofisika Khusus di Neftegeophysica MinGeo USSR;
- Juni 1991 - Februari 1995: Direktur Cabang Selatan perusahaan pemerintah - pusat penelitian geofisika dan geologi daerah GEON, V.V Fedynskiy, Komite Pemerintah Bidang Geologi dan Pertambangan, Rusia;
- Februari 1995 - Februari 2004: Asisten Presiden perusahaan pemerintah - pusat penelitian geofisik dan geological daerah GEON, V.V Fedynskiy, Komite Pemerintahan Geologi dan Pertambangan Rusia;
- Februari 2004 – Agustus 2005: Presiden perusahaan pemerintah - pusat penelitian geofisika dan geologi GEON daerah, V.V. Fedynskiyin, Komite Pemerintahan Geologi dan Pertambangan Rusia;
- Agustus 2005 - sekarang: Kepala Departemen Teknologi, Departemen Seismologi dan Pemantauan Seismik di VNIIGeophysica;
- 2002 – sekarang: Penasihat Senior pada Seksi Geofisika VSEGEI/AP Karpinsky, Russian Geological Research Institute.

Sumber :  VIVAnews






add post | Wahoha

Inilah Video Gunung Berapi Bawah Laut Sulawesi Utara



0


Gunung Berapi bawah laut yang ditemukan saat ini berada di Indonesia tepatnya di daerah sekitar Sangihe, Sulawesi Utara. Setelah sebelumnya ada sungai bawah laut di mexico kini, Penemuan Gunung Berapi Bawah Laut Sulawesi Utara ini bisa menjadi heboh dan sekaligus menjadi batu pijakan bagi peneliti lain untuk melanjutkan temuan yang masih awal mengenai Penemuan Gunung Berapi Bawah Laut Sulawesi Utara.
Gunung berapi bawah laut sulawesi ini diperkirakan memiliki ketinggian 10 ribu kaki atau lebih dari 3.000 meter.
Para peneliti menggunakan sistem sonar dan peralatan robotik, remotely operated vehicle (ROV) yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi — untuk mengeksplorasi dasar laut Sulawesi.
“Ini gunung api yang besar, lebih tinggi dari gunung lain di Indonesia, kecuali tiga atau empat lainnya,” kata Jim Holden, kepal peneliti Amerika Serikat, seperti dimuat laman Guardian.
Para ilmuwan berharap peta dan video yang dihasilkan akan jadi batu pijakan bagi peneliti lain untuk melanjutkan temuan yang masih awal ini
Penemuan gunung bawah laut di perairan Indonesia ini bukan kali pertamanya.
Mei 2009 lalu, gunung api raksasa berdiameter 50 kilometer dengan ketinggian 4.600 meter ditemukan di kawasan perairan barat Sumatera.
Belum dipastikan apakah gunung ini aktif. Namun jika benar, “Ini bisa sangat berbahaya,” kata ahli geologi kelautan BPPT, Yusuf Surachman Djajadihardja, seperti dimuat laman Ninemsn.com.au. Puncak gunung berapi bawah laut ini berada di 1.380 meter di bawah laut.
nasional.vivanews.com/news/read/164613-video-gunung-api-raksasa-bawah-laut-sulawesi
Berikut Video Penemuan Gunung Berapi Bawah Laut Sulawesi Utara yang berhasil di dokumentasikan di youtube dalam berita televisi metro tv. Inilah Video Penemuan Gunung Berapi Bawah Laut Indonesia:



Sumber: newoes.com






add post | Wahoha

Erta Ale "Pintu Gerbang ke Neraka"



0

Erta-Ale-Ethiopia-lake-7
Erta Ale adalah gunung active basaltic shield volcano di Region Afar di Ethiopia timur laut. Ini adalah gunung berapi yang paling aktif di Ethiopia. Erta Ale 613 meter (2.011 kaki) tinggi, dengan satu atau kadang-kadang dua danau lava aktif, salah satu dari hanya lima di dunia, di puncak. danau lava ini kadang-kadang meluap di sisi selatan Erta Ale. [1] Hal ini penting karena menjadi danau lava terpanjang yang ada, hadir sejak tahun-tahun awal abad kedua puluh (1906). Hal ini terletak di Depresi Afar, wilayah gurun badlandish mencakup perbatasan dengan Eritrea, dan gunung itu sendiri dikelilingi sepenuhnya oleh daerah di bawah permukaan laut, menjadikannya salah satu gunung berapi terendah di dunia.
Erta-Ale-Ethiopia-lake-1
Letusan besar terakhir Erta Ale adalah pada tanggal 25 September 2005, yang menewaskan 250 ternak dan memaksa ribuan penduduk terdekat untuk melarikan diri. aktifitas aliran lava Tambahan berlangsung pada bulan Agustus 2007. Tidak banyak yang diketahui tentang Erta Ale, sebagai daerah sekitarnya adalah beberapa dari yang terburuk di bumi dan Danakils asli tidak ramah.
Erta-Ale-Ethiopia-lake-2
Nama gunung berarti "gunung merokok" dalam bahasa Afar setempat dan pit selatan yang dikenal secara lokal sebagai "pintu gerbang ke neraka". Baru-baru ini telah dipetakan oleh tim dari BBC dengan menggunakan teknik laser tiga dimensi. Jenis gunung berapi sangat langka dan memiliki suhu panas searingly. Untuk alasan laser digunakan, karena memiliki kemampuan untuk memetakan permukaan apapun.
Baca selanjutnya wikipedia dan sverop .
Erta-Ale-Ethiopia-lake-3
Erta-Ale-Ethiopia-lake-4
Erta-Ale-Ethiopia-lake-6
Erta-Ale-Ethiopia-lake-8
Erta-Ale-Ethiopia-lake-10
Erta-Ale-Ethiopia-lake-12
Erta-Ale-Ethiopia-lake-13
Erta-Ale-Ethiopia-lake-15
Erta-Ale-Ethiopia-lake-17
Erta-Ale-Ethiopia-lake-19
Erta-Ale-Ethiopia-lake-20
Erta-Ale-Ethiopia-lake-23
Erta-Ale-Ethiopia-lake-27
Erta-Ale-Ethiopia-lake-21
Erta-Ale-Ethiopia-lake-22
Erta-Ale-Ethiopia-lake-25
Erta-Ale-Ethiopia-lake-26
Photos source : volcanosdiscovery






add post | Wahoha

7 Bencana yang Bisa Mengancam Bumi



0



INILAH.COM, Jakarta- Gunung berapi bukanlah satu-satunya sumber yang bisa menimbulkan bencana besar pada 2012. Masih ada potensi yang tidak dapat diprediksi dan bisa mengejutkan.

1. Cuaca Matahari.

Setiap beberapa hari, variasi di magnet matahari akan menciptakan badai besar yang dikenal sebagai coronal mass ejection (CME). “Benda ini mengeluarkan miliaran ton partikel dengan kecepatan di atas 8 juta kilometer per jam,” kata Pal Brekke dari Norwegian Space Centre di Oslo. Dan semakin sering, cuaca matahari mengganggu jalur kita.
Pada bulan Maret 1989, CME besar menerjang bumi bagian utara dan melemparkan aliran listrik 1500 Gigawatt (25 kali jumlah jaringan listrik nasional Inggris) ke atmosfir bumi. Jaringan listrik di Kanada terbakar, dan 6 juta orang terpaksa kehilangan sumber listrik sekitar 9 jam.
“Jangka waktu pemadaman listrik yang sangat panjang mungkin masuk akal,” kata John Kapperman dari Metatech Corporation, wakil pemerintah AS yang menyelidiki dampak badai matahari yang parah.
Infrastruktur yang berada di gerbang kritis seperti air minum, ketersediaan makanan dan obat-obatan, pengolahan limbah, transportasi dan komunikasi, semua akan lumpuh selama beberapa hari.
“Ironisnya, ini paling mungkin terjadi di negara yang paling maju dengan kekuatan listrik yang memiliki paling banyak koneksi, sehingga terkena dampak paling parah,” kata Kappenman.

2. Dampak Asteroid.

Pada 30 Juni 1908, asteroid berukuran 30 meter diperkirakan telah terhempas di sungai Tunguska, Siberia. Ledakan yang setara dengan 2 megaton TNT ini sebabkan gelombang mengagetkan dan meratakan hutan seluas 400 mil persegi serta membunuh beberapa rusa dan hewan-hewan lain. Jika ada asteroid yang hampir sama menabrak wilayah berpenduduk padat kerusakan dipastikan akan sangat besar.





3. Pembalikan Medan Magnet.
amadeo.blog.com

Meskipun begitu jarang, perubahan di inti bumi berarti terjadi perubahan magnet bumi, utara menjadi selatan dan selatan menjadi utara. Perubahan terakhir pada 780 ribu tahun lalu, dan tampaknya akan ada tanda bahwa ini akan muncul secepatnya.
“Kekuatan dari medan magnet bumi telah meningkat sekitar 8% selama 150 tahun terakhir,” kata Nils Olsen dari Denmark National Space Institute. “Di beberapa wilayah telah meningkat sekitar 10% dalam kurun waktu 20 tahun.”





4. Gempa Bumi.
phillips.blogs.com

Pada Maret 2010, Taiwan terguncang oleh gempa bumi berkekuatan 6,4 SR. Tidak ada laporan kematian dan hanya sedikit luka-luka, namun begitu banyak bangunan dan jembatan yang rusak serta Tainan Science Park (Pemasok utama chip memori komputer dan LCD televisi serta monitor global) terpaksa harus tutup untuk beberapa hari.
“Jika gempa bumi besar mengguncang area San Francisco California, ini bisa jadi berpotensi mengakhiri pemasokan chip dari beberapa produsen Silicon Valley untuk beberapa bulan,” kata Peter Sammonds, ahli geofisika di University College London.
Di kasus ini dampak bisa jadi menyangkut kepentingan global seperti pemasokan produk khusus seperti penggunaan peralatan rumah sakit dan bank, yang menyebabkan kelangkaan. Catatan yang tidak penting, adalah mungkin akan kehilangan sinyal smartphone sehingga tidak mampu mengakses Facebook dan Google untuk sementara.

5. Gunung Api
itodyaso.files.wordpress.com
 
Periode aktivitas tinggi di massa lalu bisa menyebabkan munculnya monster seperti letusan Laki tahun 1783 di mana membunuh lebih dari setengah populasi ternak Irlandia dan menyebabkan kelaparan yang terjadi di seperempat populasi manusia.
Di seluruh Eropa, kabut tebal menghalangi manusia dan meningkatkan suhu udara hingga menyebabkan ribuan kematian. Selain itu juga menyebabkan kegagalan panen beras di Jepang dan melemahnya musim hujan di Afrika dan India akibat kejadian tersebut.
Peneliti memperkirakan bagian dari Canary Island merupakan kewajaran dari longsor utama. Jika ini terjadi, maka kejadian tersebut akan menyebabkan tsunami yang dapat mematahkan kabel bawah laut serta menggenangi pantai timur Amerika Serikat.

6. Lingkaran Metana.
www.livescience.com

Pelepasam tiba-tiba dari satu gas hidro metana dari efek rumah kaca di bagian lautan bisa menyebabkan akselerasi dramatis pemanasan global yang pernah terjadi di masa lampau.









7. Sinar Kosmik.
www.newscientist.com

Kenaikan tiba-tiba di level sinar kosmik dari sistem tata surya yang bisa disebabkan dari ledakan matahari di sekitarnya, bisa memicu ‘zaman es’ yang kemungkinan menyebabkan kepunahan massal di kehidupan bumi. [ito]





Sumber: http://www.inilah.com/news/read/teknologi/2010/05/14/532401/7-bencana-yang-bisa-mengancam-bumi/






add post | Wahoha

Gunung Eyjafjallajökull yang Lumpuhkan Eropa



0

Abu keluar dari gunung berapi di bawah gletser Eyjafjallajökull di Islandia. Gunung tersebut telah meletus untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan.Penerbangan menjadi terganggu akibat abu vulkanik tebal yang menyelimuti udara. Dilaporkan awan abu vulkanik letusan Gunung Eyjafjallajokull terus bergerak ke Rusia, hingga ke selatan Hongaria.































by yousoft imz






add post | Wahoha


 

eFBez Copyright © 2010