Galeri Undangan
Showing posts with label Teror. Show all posts
Showing posts with label Teror. Show all posts

Foto Asli Jenazah Osama Bin Laden



0

eFBez - Selang beberapa jam setelah Presiden Barack Obama mengumumkan bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) telah berhasil membunuh Osama Bin Laden, maka muncul foto yang diduga jenazah pimpinan Al Qaeda tersebut.

Ditelusuri okezone, Senin (2/5/2011), sejumlah forum dan situs blog baik di dalam maupun di luar negeri, ramai memperlihatkan foto yang diduga jenazah Osama tersebut. Walaupun sekilas nampak mirip dengan Osama.

Namun sayangnya, belum ada satupun yang berkomentar mengenai apakah foto tersebut apakah asli ataukah memang palsu. Karena belum ada keterangan resmi dari pihak Gedung Putih, di Washington DC.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memastikan bahwa pemimpin jaringan teroris Al Qaeda Osama Bin Laden tewas. Bin Laden dipastikan tewas dalam sebuah operasi militer.

"Lewat operasi militer AS yang dilakukan di sebuah wilayah Pakistan. Kami pastikan Osama Bin Laden telah tewas," ungkap Presiden Obama dalam konferensi persnya seperti dikutip dari CNN.

"Sebuah tim kecil dikirim ke sebuah rumah yang diduga tempat bersembunyi Bin Laden. Baku tembak kemudian terjadi di rumah tersebut," lanjutnya.
(tyo) Via:okezone.com






add post | Wahoha

Pepi Fernando Juga Pernah di SCTV dan RCTI



0

Dia penulis skenario dan sutradara 'Masjid Baiturrahman Dalam Lintas Sejarah'

Polisi geledah rumah mertua Pepi Fernando di Bekasi (Dedy Priatmojo)

eFBez - Pepi Fernando, otak bom buku dan perencana bom pipa gas di Serpong, bertahun-tahun malang melintang di dunia pemberitaan infotainment. Lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta ini, mengawali karir kewartawanannya sejak lulus kuliah 2001 silam.

Berdasarkan dokumen yang diterima VIVAnews.com, Pepi yang lahir 10 Desember 1979 ini begitu lulus langsung menjadi wartawan Harian Hiburan Hallo Sayang.

Setahun kemudian, dia menjadi reporter di Harian Non Stop. Masih di tahun yang sama, 2002, dia bekerja di 'Otista', Obrolan Seputar Artis dan Berita, yang ditayangkan di stasiun televisi SCTV.

Tahun 2003-2004, Pepi berkarir di Tabloid Hukum dan Politik Medan Aceh. Tahun 2005, ia kembali lagi ke dunia infotainment sebagai penulis naskah di 'Cek & Ricek' yang tayang di RCTI.

Di tahun yang sama, Pepi yang ditangkap Densus 88, Kamis pekan lalu, menjadi pimpinan produksi pembuatan 30 episode program Ramadhan 'Dalam Dekapan-Mu'. Program ini ditayangkan di Televisi Pendidikan Indonesia. Dia juga menyumbangkan banyak ide cerita dalam program ini.

Pada 2006, Pepi menjadi penulis dan sutradara beberapa film pendek (independen). Dunia sutradara terus digeluti Pepi hingga tahun berikutnya. Di 2007, ia menjadi penulis skenario dan sutradara program TV, Masjid Baiturrahman Dalam Lintas Sejarah.

Masih di tahun itu, ia menjadi reporter Informasi Keseharian Selebriti yang ditayangkan di Lativi. Namun ini tidak lama. Sebab tahun yang sama sampai sebelum ditangkap aparat, ia melakukan riset untuk pembuatan film dokumenter Sirah Khatulistiwa.

Polisi menyebut Pepi sebagai otak bom buku yang meneror Jakarta pada Maret lalu. Saat ledakan bom buku di Utan Kayu, Jakarta Timur, satu polisi luka parah. Bahkan, setengah lengannya harus diamputasi.

Sedangkan pada temuan bom di Serpong, polisi menemukan sembilan paket bom dengan berat bervariasi. Berat paket bom mulai 10 sampai 15 kilogram itu ditemukan di sepanjang jalur pipa gas milik Perusahaan Gas Negara. Lokasi temuan bom tak jauh dari Gereja Christ Catedral. Temuan ini sehari jelang perayaan Jumat Agung dan Paskah.

Sumber: VIVAnews






add post | Wahoha

Kisah Kameramen Global TV Direkrut Teroris



0

"Keterlibatan IF sendiri mulai tercium sebelum terjadinya teror bom buku tersebut."

Lokasi bom Serpong  

eFBez - Mabes Polri menetapkan kamerawan Global TV, IF sebagai tersangka terkait aksi teror bom di Serpong. Dalam jaringan itu, IF diminta melakukan peliputan aksi bom yang akan diledakkan pada perayaan Paskah, Jumat 22 April.

Lantas, bagaimana IF itu terlibat jaringan teroris? Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan IF direkrut oleh pimpinan jaringan berinisial P. "IF diajak oleh P, pernah dua kali pertemuan," kata Boy di Jakarta, Sabtu 23 April 2011.

Boy mengatakan IF bertemu P sebelum peristiwa bom buku marak pada Maret yang lalu. IF, kata Boy, diberikan informasi tentang aksi bom dan diminta meliput oleh P. "IF dan P sifatnya menyampaikan, informasi yang disampaikan akan ada aksi teror terutama pada hari Jumat, ditawarkan pada IF, informasi ini sifatnya peliputan," kata Boy.

Menurut Boy, keterlibatan IF sendiri mulai tercium sebelum terjadinya teror bom buku tersebut. "Sejak bom buku. Sebelumnya, belum pernah dijadikan DPO oleh Densus 88," kata dia.

Boy menambahkan polisi masih mendalami hubungan antara IF dan P. Sementara, kata dia, IF hanya berhubungan dengan P dalam jaringan teroris ini. "Sementara hanya dengan P, sama yang lainnya belum diketahui," kata dia.

Namun demikian, kata Boy, IF masih mungkin dibebaskan jika dalam pemeriksaan tidak terbukti bersalah. "Apakah IF melanggar UU terorisme, tunggu waktu 7 X 24 jam. Bisa terbukti kesalahannya, jika ada alat bukti yang cukup atau tidak. Tapi kalau masa 7 X 24 jam tidak terbukti nanti akan dikembalikan, tidak dilanjutkan dengan penahanan," kata Boy.

Mengenai penangkapan IF, Corporate Secretary PT MNC Group, Arya Mahendra Sinulingga, mengakui sudah mendapat kabar mengenai penangkapan salah seorang wartawannya.

Menurut Arya, pihaknya sudah mengonfirmasi ke Mabes Polri soal penangkapan tersebut. "Setelah dilihat namanya memang sama, tapi kami meminta kepastian secara fisik. Nama kan bisa saja sama," kata Arya saat dihubungi VIVAnews.

Yang jelas, hingga kini pihak keluarga karyawan Global TV itu pun tidak tahu keberadaannya hingga kini, dan yang bersangkutan juga tidak muncul di kantor sejak Jumat kemarin.

Arya mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan pemeriksaan oleh polisi. "Kami akan klarifikasi hingga jelas semuanya," katanya.

Sebelum penangkapan ini, polisi juga membekuk 19 orang tersangka pelaku teror bom buku di empat tempat berbeda, yakni di Pondok Kopi Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Bekasi. (sj)
Sumber: VIVAnews.com






add post | Wahoha

Kamerawan Global TV Terkait Aksi Terorisme?



0

Ia dibekuk polisi menyusul penangkapan terhadap 19 tersangka pelaku teror bom buku lain.

Buku Berisi Bom di Utan Kayu (tvOne)


eFBez - Salah satu kamerawan Global TV ditangkap oleh pihak Detasemen Khusus 88 karena diduga terlibat dengan aksi teror bom buku.
Saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 23 April 2011 dini hari, Direktur Pemberitaan News Global TV Arya Sinulingga mengakui bahwa dirinya mendapat kabar mengenai penangkapan salah seorang wartawan Global TV, pada Jumat 22 April 2011 sore.
"Saya tahu pertama kali dari kawan wartawan Global TV yang meliput di Mabes Polri," kata Arya. Setelah itu, ia melakukan konfirmasi kepada Mabes Polri, dan ternyata memang ada seorang tersangka yang mengaku dirinya bekerja di Global TV.
Kabar yang beredar di kalangan wartawan Mabes Polri, wartawan Global TV tersebut berinisial IF dan bekerja sebagai kamerawan di bagian produksi. Namun, Arya menolak untuk membenarkan inisial atau identitas lebih spesifik. "Kami tidak menyebut nama atau inisial," katanya.
Lebih lanjut, Arya mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa memastikan secara fisik apakah tersangka yang dimaksud memang benar-benar karyawan perusahaannya atau bukan.
Sebab, hingga kini pihaknya juga belum bisa menemuinya, karena yang bersangkutan masih berada dalam pemeriksaan.
Yang jelas, hingga kini pihak keluarga karyawan Global TV itu pun tidak tahu keberadaannya hingga kini, dan yang bersangkutan juga tidak muncul di kantor sejak Jumat kemarin.
Arya mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan pemeriksaan oleh polisi. "Besok akan kita klarifikasi hingga jelas semuanya," katanya.
Diperkirakan, pihak Global TV akan datang ke Mabes Polri, pada Sabtu siang.
Sebelum penangkapan ini, polisi juga membekuk 19 orang tersangka pelaku teror bom buku di empat tempat berbeda, yakni di Pondok Kopi Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Bekasi.

Sumber: VIVAnews.com






add post | Wahoha

Pasukan Khusus Korsel Bebaskan Dua WNI dari Perompak Somalia



0

Pasukan khusus angkatan laut Korea Selatan berhasil membebaskan kapal pengangkut barang yang disandera kawanan perompak asal Somalia di Laut Arab, Jumat (21/1). Semua awak kapal, termasuk dua Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil diselamatkan. (Foto: AP Photo/ Arabian Navy)












add post | Wahoha

Belajar dari Malaysia dan Korsel Membekuk Perompak



0


Namun, kasus dua negara ini dikatakan berbeda dengan kasus yang dialami Indonesia.


Pasukan khusus Korsel membekuk perompak Somalia (AP Photo/ Arabian Navy)
eFBez - Perompak Somalia pada 16 Maret 2011 berhasil membajak kapal PT. Samudera Indonesia yang diawaki oleh 20 anak buah kapal (ABK). Kehabisan makanan dan obat-obatan, keadaan mereka kini kian kritis.

Rezky Judiana, putri salah seorang awak kapal yang ditawan, Slamet Juari, mengungkapkan kondisi ayahnya dan beberapa tawanan lainnya semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan komunikasinya dengan sang ayah, para perompak membatasi makan dan minum mereka.
Setelah melakukan perundingan antara pihak ABK dan para perompak, akhirnya disepakati tebusan untuk mereka diturunkan menjadi sebesar US$3 juta (27 miliar). Sebelumnya pihak perompak meminta tebusan hingga US$3,5 juta (30 miliar).

Sementara itu, pihak Samudera Indonesia yang diwakili oleh wakil presiden direktur, David Batubara, mengatakan bahwa ini bukan soal tebusan. Namun, dia tidak memastikan apakah pihak Samudera Indonesia sudah menyiapkan tebusannya atau belum.

Samudera Indonesia meminta keluarga para awak tak terlalu khawatir. Sebab, "Dalam lebih dari 200 kasus pembajakan tidak pernah terdokumentasikan para pembajak menyakiti, kecuali ada perlawanan dari awak kapal."

***

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah dialami oleh negara jiran kita, Malaysia, pada 22 Januari lalu. Kala itu, perampok Somalia telah berhasil menguasai kapal berbendera Malaysia di Teluk Aden. Namun, berkat kesigapan angkatan laut Malaysia yang memang berpatroli di wilayah tersebut, perompak berhasil dilumpuhkan.

Angkatan Laut Kerajaan Malaysia mengatakan, pasukan komandonya melukai tiga orang perompak dalam baku tembak dan berhasil menyelamatkan 23 kru kapal MT Bunga dari perompak yang menyerbu kapal dengan senjata pistol dan senapan.

Keberadaan Angkatan Laut Malaysia di Teluk Aden berfungsi untuk mengawal kapal yang berkaitan dengan kepentingan negeri jiran. Serangan itu terjadi hanya dua jam setelah angkatan laut meninggalkan MT Bunga usai mengawal kapal itu ke wilayah yang dianggap relatif aman di perairan Teluk Aden, sekitar 500 kilometer di lepas pantai timur Oman.

Kisah sukses penyelamatan warga negara dari perompak juga dilakukan oleh Korea Selatan, sehari sebelum keberhasilan Malaysia, 21 Januari 2011. Penyerbuan dilakukan setelah kapal ini dilacak keberadaannya sejak dibajak pada 15 Januari.

Kala itu pasukan khusus Korsel menyerbu kapal Samho Jewelery yang membawa puluhan ribu ton bahan kimia. Penyerbuan berhasil menyelamatkan ABK berjumlah 21 orang, dua diantaranya adalah warga negara Indonesia.

Malaysia dan Korea Selatan memang sejak 2009 lalu tergabung dalam gugus tugas pengamanan kapal kargo di perairan Teluk Aden, perairan yang disebut sebagai zona panas perompakan.
Mereka tergabung dalam gugus tugas gabungan 151 yang terdiri dari angkatan tempur gabungan 20 negara. Diantaranya adalah Singapura, Korea Selatan, Kanada, Denmark, Prancis, Belanda, Pakistan, Inggris dan Amerika Serikat.

***

Kisah keberhasilan dua negara ini kiranya dapat menjadi pelajaran dan perhitungan bagi pemerintah Indonesia dalam menghadapi perompak kali ini. Namun tidak demikian menurut Deputi Kemenko Polhukam, Sagom Tamboen, kepada VIVAnews, Senin, 11 April 2011.

Dia mengatakan kasus yang dialami Indonesia berbeda dengan kasus dua negara tersebut. Dia menjelaskan bahwa Korsel dan Malaysia dapat dengan mudah meringkus para perompak karena kapal yang dibajak masih berada di Teluk Aden.

"Kasus kali ini berbeda dengan Korsel dan Malaysia. Kala itu para perompak masih berada di Teluk Aden sehingga mudah melakukan koordinasi dengan para pasukan internasional yang berada di sana," ujar Tamboen.

"Perompak yang menahan Indonesia diperkirakan telah memasuki perairan Somalia, sehingga menyulitkan kita untuk masuk," tambahnya.

Tamboen menjelaskan bahwa kapal negara lain tidak bisa sembarangan memasuki perairan ini, harus terlebih dahulu meminta persetujuan dari pemerintah Somalia.

"Masalahnya adalah Somalia dianggap sebagai negara gagal dengan pemerintahan yang tidak efektif. Kalau sudah begini, kepada siapa kami meminta izin," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa jika saja perampok berada di perairan bebas, pemerintah Indonesia bisa dengan leluasa berkomunikasi maupun melakukan tindakan agresif.
VIVAnews






add post | Wahoha

Inilah Surat Pembawa Bom Kalimalang



0

inilah.com/Agus Priatna


Polisi menunjukan sejumlah barang bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan bom di Halte depan Pasar Sumber Arta, di Mapolres Metro Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/9). Polisi hingga kini belum mengetahui apa motif pelaku untuk meledakkan bingkisan yang diduga berisi bom. Namun polisi mengamankan dua pucuk surat yang ditemukan di lokasi ledakan

Sumber: http://foto.inilah.com/topik.php?id=38011






add post | Wahoha


 

eFBez Copyright © 2010