Galeri Undangan
Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

10 Cara Menjadi Istri Yang Baik Disayang Suami



0

img
Dok. : Thinkstock


Setiap wanita pasti ingin menjadi sosok istri dan pasangan yang sempurna bagi suaminya. Berikut beberapa langkah untuk menjadi istri yang baik.

Menjadi istri yang baik memang tak mudah. Beberapa tips dari Helium berikut ini akan membantu Anda menggapai tujuan itu.

1. Mencintai
Hal ini mutlak dilakukan seorang istri pada suaminya. Cinta merupakan dasar dari suatu hubungan. Karena rasa cinta, kesetiaan, rasa saling menghormati serta menghargai akan muncul.

2. Tulus
Ketulusan akan menjadikan Anda istri yang baik. Saat Anda melakukan sesuatu untuknya, itu bukan karena imbalan apapun, melainkan ketulusan cinta yang sesungguhnya. Setiap tindakan Anda yang didasari oleh ketulusan, pasti sangat berharga bagi suami.

3.Memiliki peran
Walau pernikahan adalah komitmen dua orang, namun bukan berarti Anda dan pasangan selalu melakukan hal yang sama berduaan. Pilihlah peran kalian masing-masing. Jika memang suami memiliki karier yang bagus, bukan berarti Anda harus memilikinya juga. Anda juga bisa dinilai sebagai istri yang berhasil, ketika anak-anak Anda memiliki prestasi yang membanggakan, karena peran ibu yang kuat.

4. Berempati
Tak selamanya pernikahan berjalan mulus. Tak selamanya juga suami Anda dalam kondisi yang prima di segala hal. Di saat-saat sulit, Anda perlu berempati. Bukan hanya perasaan Anda saja yang harus diperhatikan, namun juga perasaan suami. Dengan berempati, Anda bisa saling mengerti satu sama lain. Saat sulit dalam pernikahan pun bisa terlewati.

5. Mendengarkan
Hal ini mungkin sifatnya sepele. Namun ingat, tak sedikit kasus keretakan rumah tangga atau perselingkuhan yang disebabkan karena suami merasa 'kesepian'. Ia merasa sang istri tak lagi punya cukup waktu untuk mendengar keluh kesahnya. Jika tak ingin  hubungan Anda goyah, mulailah sediakan sedikit waktu untuk mendengarkan. Jangan melulu mendebat suami Anda. Buka hati dan pikiran Anda, untuk mendengar isi hatinya yang sesungguhnya.

6. Jadikan suami sebagai 'sandaran'
Jadikan suami sebagai orang pertama yang mendengar kesulitan serta keluh kesah Anda. Jadikan ia sebagai sandaran hidup. Pria manapun akan merasa bahagia, jika wanita yang ia cintai membutuhkannya.

7. Lemah lembut
Selalu perlakukan suami dengan lembut. Perlakukan ia dengan hormat. Jangan bersikap mengejek ataupun merendahkan, bagaimanapun keadaannya. Sisi lemah lembut seorang istri justru bisa menjadi 'senjata' yang membahagiakan suami.

8. Berbagi
Berbagi dalam hal ini tak selalu sifatnya materi. Berbagi dalam rumah tangga juga termasuk berbagi peran, waktu, perasaan, dan sebagainya. Ingat, tak ada lagi 'saya' atau 'dia', kini yang harus ada dalam pikiran Anda adalah 'kita'.

9. Menjadi diri sendiri

Jangan pernah 'memakai topeng' atau membohongi suami Anda dengan berpura-pura. Jadilah diri Anda sendiri, karena sosok itulah yang memang dicintai oleh pasangan Anda. Menjadi lebih baik, bukan berarti Anda harus mengubah kepribadian secara utuh.

10. Kembali ke nomor 1



Via: wolipop







add post | Wahoha

Tanda-tanda Akan Hancurnya Pernikahan



0

img
Dok. : Thinkstock
 
Terlena dalam kesibukan sehari-hari terkadang membuat kita melupakan masalah dalam rumah tangga. Padahal secara tidak disadari, pernikahan Anda sudah berada di ujung tanduk.

Sayangnya, seringkali kita tidak cukup peka untuk menyadari tanda-tanda rusaknya hubungan pernikahan yang telah dibina. Beberapa tanda-tanda yang diungkap konsultan pernikahan Susan Erasmus berikut akan membantu Anda untuk melakukan evaluasi hubungan dengan suami.

Tak saling peduli

Ingatkah kapan terakhir kali Anda berbagi masalah dengan suami? Atau kapan terakhir kali suami menyampaikan keluh kesahnya. Jika hal itu tak bisa lagi diingat, berarti pernikahan Anda dalam masalah. Anda dan pasangan tak lagi saling mempedulikan. Suami tak lagi mau tahu apa yang Anda alami sehari-hari, begitu juga sebaliknya.

Coba ingat kembali momen saat membuat janji pernikahan. Bahwa Anda dan pasangan akan selalu mempedulikan satu sama lain? Lalu ke mana janji itu pergi?

Tak kenal lingkungannya

Sepasang suami istri yang baik biasanya saling berbagi, baik dalam susah dan sedih. Termasuk dalam hal lingkungan sosial. Paling tidak, suami tahu dengan siapa Anda beraktifitas, begitu juga Anda kepadanya. Namun jika salah satu dari kalian mulai menyembunyikan lingkungan sosial masing-masing, berarti ada sesuatu yang salah.

Apalagi jika Anda tak menyukai teman-teman suami, begitu juga sebaliknya. Ini juga akan menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga.

Tak punya kesamaan minat


Anda bisa bertengkar hanya karena memilih channel TV atau menentukan resto untuk santap malam? Ini berarti Anda dan suami tak lagi memiliki kesamaan minat. Yang paling parah, salah satu dari Anda tak mau lagi mengerti minat pasangannya, melainkan terus bertahan dengan pilihan pribadinya. Alhasil gara-gara masalah sepele, Anda bisa bertengkar hebat.

Bermasalah dengan keluarga besar


Masalah dalam rumah tangga seringkali timbul dari keluarga besar, Saat adik atau orang tua Anda memperlakukan suami dengan cara yang tidak hormat, atau sebaliknya, hal itu akan menjadi kerikil yang cukup tajam bagi rumah tangga.

Komunikasi satu arah


Komunikasi selalu menjadi faktor penting dalam pernikahan. Jika alur komunikasi telah terganggu, misalnya salah satu pihak tak lagi mau mendengarkan pihak yang lain, maka jelas hubungan Anda berada dalam level yang berbahaya. Itu juga berarti tak ada lagi saling toleransi dan menghormati antara Anda dan pasangan.

Kegiatan seks tidak lancar


Kesemua hal yang telah disebut di atas kemudian akan berpengaruh pada 'kegiatan ranjang' Anda dan pasangan. Saat itu terjadi maka satu lagi ikatan antara Anda dan suami sudah terputus. Tak ada lagi kemesraan dalam rumah tangga.

via; wolipop.com






add post | Wahoha


 

eFBez Copyright © 2010