Galeri Undangan
Showing posts with label Ancient. Show all posts
Showing posts with label Ancient. Show all posts

Peninggalan Nabi Muhammad SAW



0

(Foto-foto ini kebanyakan adalah koleksi yang tersimpan dari berbagai tempat di beberapa negara: Museum Topkapy di Istambul Turki, Yordania, Irak dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selamat merasakan kelezatan menatap peninggalan-peninggalan ini. Semoga kerinduan kita semakin memuncak kepada sang Nabi Agung, sang kekasih Allah …)

SALAH SATU BAJU GAMIS YG DI KENAKAN NABI MUHAMMAD S.A.W
JUBAH NABI MUHAMMAD S.A.W


BEBERAPA HELAI RAMBUT ROSULULLOH S.A.W

CAP SURAT NABI SAW

MANGKUK TEMPAT MINUM NABI

GIGI NABI MUHAMMAD S.A.W

PEDANG-PEDANG NABI MUHAMMAD S.A.W

KUNCI KA'BAH MASA ROSULULLOH

KOTAK TEMPAT GIGI ROSULULLOH

JEJAK KAKI ROSULULLOH




Sumber: http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=170618






add post | Wahoha

Kepercayaan Bugis Kuno Sebelum Mengenal Islam



0

Songkok Bugis

Sebelum masyarakat bugis mengenal islam mereka sudah mempunyai “kepercayaan asli” (ancestor belief) dan menyebut Tuhan dengan sebutan ‘Dewata SeuwaE’, yang berarti Tuhan kita yang satu. Bahasa yang digunakan untuk menyebut nama ‘Tuhan’ itu menunjukkan bahwa orang Bugis memiliki kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa secara monoteistis. Menurut Mattulada, religi orang Bugis masa Pra-Islam seperti tergambar dalam Sure’ La Galigo, sejak awal telah memiliki suatu kepercayaan kepada suatu Dewa (Tuhan) yang tunggal, yang disebut dengan beberapa nama : PatotoE (Dia yang menentukan Nasib), Dewata SeuwaE (Dewa yang tunggal), To-Palanroe (sang pencipta) dan lain-lain.

Kepercayaan dengan konsep dewa tertinggi To-Palanroe atau PatotoE, diyakini pula mempunyai anggota keluarga dewata lain dengan beragam tugas. Untuk memuja dewa–dewa ini tidak bisa langsung, melainkan lewat dewa pembantunya. Konsep deisme ini disebut dalam attoriolong, yang secara harfiah berarti mengikuti tata cara leluhur. Lewat atturiolong juga diwariskan petunjuk–petunjuk normatif dalam kehidupan bermasyarakat. Raja atau penguasa seluruh negeri Bugis mengklaim dirinya mempunyai garis keturunan dengan Dewa–dewa ini melalui Tomanurung (orang yang dianggap turun dari langit/kayangan), yang menjadi penguasa pertama seluruh dinasti kerajaan yang ada. (Kambie, 2003).

Istilah Dewata SeuwaE itu dalam aksara lontara, dibaca dengan berbagai macam ucapan, misalnya : Dewata, Dewangta, dan Dewatangna yang mana mencerminkan sifat dan esensi Tuhan dalam pandangan teologi orang Bugis. De’watangna berarti “yang tidak punya wujud”, “De’watangna” atau “De’batang” berarti yang tidak bertubuh atau yang tidak mempunyai wujud. De’ artinya tidak, sedangkan watang (batang) berarti tubuh atau wujud. “Naiyya Dewata SeuwaE Tekkeinnang”, artinya “Adapun Tuhan Yang Maha Esa itu tidak beribu dan tidak berayah”. Sedang dalam Lontara Sangkuru’ Patau’ Mulajaji sering juga digunakan istilah “Puang SeuwaE To PalanroE”, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta. Istilah lain, “Puang MappancajiE”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Konsep “Dewata SeuwaE” merupakan nama Tuhan yang dikenal etnik Bugis–Makassar. (Abidin, 1979 : 12 dan 59).

Kepercayaan orang Bugis kepada “Dewata SeuwaE” dan “PatotoE” serta kepercayaan “Patuntung” orang Makassar sampai saat ini masih ada saja bekas-bekasnya dalam bentuk tradisi dan upacara adat. Kedua kepercayaan asli tersebut mempunyai konsep tentang alam semesta yang diyakini oleh masyarakat pendukungnya terdiri atas tiga dunia, yaitu dunia atas (boting langi), dunia tengah (lino atau ale kawa) yang didiami manusia, dan dunia bawah (peretiwi). Tiap-tiap dunia mempunyai penghuni masing-masing yang satu sama lain saling mempengaruhi dan pengaruh itu berakibat pula terhadap kelangsungan kehidupan manusia. Untuk mengetahui lebih jauh tentang kepercayaan Patuntung, lihat : Martin Rossler, “Striving for Modesty : Fundamentals of The Religion and Social Organization of The Makassarese Patuntung”, dalam BKI deel 146 2 en 3 en aflevering, 1990 : 289 – 324 dan WA Penard, “De Patoentoeng” dalam TBG deel LV, 1913 : 515 – 54.

ilustrasi: Dewa Matahari

Gervaise dalam “Description Historique du Royaume de Macacar” sebagaimana dikutip Pelras (1981 : 168) memberikan uraian tentang agama tua di Makassar. Menurut Gervaise orang-orang Makassar zaman dahulu menyembah Dewa Matahari dan Dewa Bulan yang disembah pada waktu terbit dan terbenamnya Matahari atau pada saat Bulan tampak pada malam hari. Mereka tidak mempunyai rumah suci atau kuil. Upacara sembahyang dan Kurban–kurban (Bugis : karoba) khususnya diadakan di tempat terbuka. Matahari dan Bulan diberi kedudukan yang penting pada hari-hari “kurban” (esso akkarobang) yang selalu ditetapkan pada waktu Bulan Purnama dan pada waktu Bulan mati, karena itu pada beberapa tempat yang sesuai disimpan lambang-lambang Matahari dan Bulan. Tempat ini dibuat dari tembikar, tembaga, bahkan juga dari emas (Pelras, 1981 : 169).

Selain menganggap Matahari dan Bulan itu sebagai Dewa, orang Bugis Makassar pra-Islam juga melakukan pemujaan terhadap kalompoang atau arajang. Kata “Arajang” bagi orang Bugis atau “Kalompoang” atau “Gaukang” bagi orang Makassar berarti kebesaran. Yang dimaksudkan ialah benda-benda yang dianggap sakti, keramat dan memiliki nilai magis. Benda-benda tersebut adalah milik raja yang berkuasa atau yang memerintah dalam negeri. Benda-benda tersebut berwujud tombak, keris, badik, perisai, payung, patung dari emas dan perak, kalung, piring, jala ikan, gulungan rambut, dan lain sebagainya. (Martinus Nijhoff, 1929, 365-366). 
Sumber: http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=99082






add post | Wahoha

Misteri Arca Berusia 200.000 Tahun Yang Ditemukan Di Bulan



0



Sebuah catatan saintis baru saja dirilis yang membuktikan bahwa permukaan bulan pernah dihuni kehidupan cerdas. Hal itu dibuktikan dari penemuan sebuah arca 10 inci di atas batu karang bulan.

Pakar Geologi Dr. Morris Charles mengungkapkan beberapa waktu lalu bahwa para ilmuwan daru laboratorium NASA telah membawa sebuah batu dari misi Apollo 11 40 tahun silam, tahun 1969. Dr. Charles adalah seorang ilmuwan dari NASA selama 23 tahun sebelum akhirnya mengundurkan diri. Tapi ia tetap menjaga hubungan dengan lembaga tempat ia bekerja dulu.

“Figur arca itu menggugah rasa keingin tahuan kita. Artinya pada suatu waktu atmosfer di bulan sangat mendukung kehidupan. Lebih dari itu, arca itu juga menunjukkan dari rasa estetika seni yang indah dari orang-orang yang membuatnya,”kata Dr.Charles kepada reporter.

Arca yang disebut sebagai “Angel” atau bidadari itu terbuat dari kombinasi besi khusus ditemukan ekslusif di sebuah tempat di ketinggian di bulan. Angel adalah arca bersosok perempuan memiliki sayap di bagian belakang dan rambut bergelombang panjang.

Ada kemungkinan arca angel didatangkan dari planet lain. Berdasar analisis kimia logam, pakar Geologi menduga bahwa arca itu berusia lebih dari 200.000 tahun, yang berarti kemungkinan ia dibuat 170.000 tahun sebelum spesis manusia muncul di bumi.

Dr. Miles Fredericks dari Universitas New York menyebutkan teori tentang legenda orang Sumeria yang menyebutkan Annunaki, dewa-dewa bersayap, yang berasal dari abad 18 SM. Mungkin orang Sumeria pernah dikunjungi penghuni bulan, yang sosoknya dijadikan imej dari arca Angel.

Walaupun banyak yang memikirkan misteri figur Angel tetapi sebagian orang menyayangkan mengapa rahasia itu disimpan begitu lama. “Artifak ini telah menjadi rahasia umum di kalangan dalam NASA selama bertahun-tahun. Tapi pejabat tinggi NASA menyimpan rahasia ini untuk mencegah kepanikan dunia.






add post | Wahoha

Ditemukan, Pintu Kuno Berusia 5.000 Tahun



0


Sebuah daun pintu di Swiss yang diperkirakan sudah berusia 5.000 tahun 
(AP Photo/Hochbaudepartment Zurich, Handout)


Seorang arkeolog di Kota Zurich, Swiss, menemukan daun pintu peninggalan purbakala dari bawah tanah. Daun pintu itu ditaksir sudah berusia 5.000 tahun sehingga  dianggap sebagai pintu tertua yang pernah ditemukan di Eropa. Ini adalah penemuan yang penting untuk mengetahui cara hidup masyarakat zaman purba.

Kepala tim arkeolog, Niels Bleicher, mengatakan bahwa pintu yang terbuat dari kayu poplar tersebut masih kokoh dan elegan. Desainnya, menurut Bleicher, juga sangat luar biasa untuk kualitas zaman dulu.

“Pintu ini sangat luar biasa dilihat dari cara bagaimana papan-papannya disatukan,” ujar Bleicher seperti dikutip dari kantor berita Associated Press, Rabu 20 Oktober 2010.

Dengan menggunakan metode penghitungan lingkaran garis-garis kayu pada pintu, Bleisher memperkirakan pintu tersebut dibuat pada tahun 3.063 Sebelum Masehi (SM).  Kayu papan pada pintu tergabung dengan rapi. Menurut Bleicher, pintu itu didesain untuk menghindari embusan angin dingin yang bertiup dari danau Zurich. “Desainnya pintar dan terlihat bagus,” ujar Bleicher.

Pintu ini ditemukan di bawah tanah tempat parkir gedung opera Zurich. Pintu ini merupakan bagian dari rumah panggung yang banyak terdapat dekat danau Zurich ribuan tahun yang lalu. Para arkeolog telah melacak sedikitnya lima desa neolitik yang diyakini ada di tempat tersebut antara tahun 3.700 dan 2.500 SM.

Arkeolog Jerman, Helmut Schlichtherle, mengatakan penemuan pintu berusia tua dalam keadaan utuh jarang sekali terjadi. Biasanya, menurut Schlichtherle, yang ditemukan hanya pondasi dari rumah panggung zaman dulu yang berhasil selamat. Pondasi rumah biasanya sudah terendam air, sehingga bakteri dan jamur tidak dapat tumbuh dan merusak pondasi.

“Mungkin beberapa orang mengatakan bahwa ini hanyalah sebuah pintu, tapi ini adalah penemuan yang luar biasa karena ini dapat membantu kita untuk mengerti bagaimana orang di jaman itu membangun rumah dan teknologi apa yang mereka pergunakan,” ujar Schlichtherle.

Pintu ini akan dipamerkan ke publik setelah dapat dikeluarkan seluruhnya dari dalam tanah dan direndam dengan cairan kimia khusus untuk mencegahnya dari pembusukan.

Via: vivanews.com






add post | Wahoha

Perhitungan Kiamat 12 12 2012 Kalender Suku Maya Tidak Akurat



0

Perhitungan akhir kalender Maya pada 21 Desember 2012, tidak akurat.



Tahun 2012 pernah jadi sangat penting dan membuat ketar-ketir gara -gara muncul film Hollywood bertema kiamat, '2012'.

Film besutan sutradara Roland Emmerich itu memanfaatkan mitos akhir penanggalan Bangsa Maya, 21 Desember 2012, sebagai hari kehancuran dunia.

Saat ini, tahun 2012 kembali disebut-sebut gara-gara terbit buku berjudul  "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World" (Kalender dan Tahun II: Astronomi dan Waktu di Dunia Kuno dan Abad Pertengahan) terbitan tahun 2010.

Namun, jangankan soal kebenaran ramalan kiamat. Buku itu malah mengungkap perhitungan akhir kalender 'Long Count' Maya diduga kuat tidak akurat. Selisihnya bisa 50 sampai 60 tahun.

Bagaimana bisa?

Isu besarnya, saat meneliti kalender kuno, arkeolog berusaha mengkorelasikan frame waktu mereka dengan kalender modern (Gregorian).

Misalnya, momentum-momentum penting Bangsa Maya seperti kelaparan perang, perayaan agama -- diterjemahkan dalam format hari/bulan/ tahun masa kini.

Para ahli Maya berusaha menemukan momentum penting yang bisa menghubungkan kelender 'Long Count' dengan Gregorian.

Untuk itu, para ilmuwan Maya menggunakan faktor korelasi yang dinamakan 'Konstanta GMT'. Inisial GMT didapatkan dari nama penemunya --  Joseph Goodman, Juan Martinez-Hernandez, dan J. Eric S. Thompson.

Adalah profesor Gerardo Aldana dari dari University of California, Santa Barbara yang mempertanyakan validitas korelasi -- berdasarkan adanya miskorelasi peristiwa astronomi di masa lalu.

Aldana menuliskan hal itu dalam bab khusus di buku "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World"

Kata dia, Bangsa Maya adalah astronom yang canggih di jamannya. Mereka juga teliti merekam kejadian di langit saat malam hari.

Bangsa Maya mendokumentasikan fase Bulan, gerhana, dan bahkan melacak pergerakan Planet Venus. Catatan mereka memungkinkan mereka untuk memperkirakan siklus astronomi masa depan dengan akurasi besar.

Menurut Aldana, meski GMT menggunakan sumber bukti astronomi, arkeologi, sejarah untuk mengkorelasikan 'Long Count' dengan kalender modern, ada keraguan ketika bukti-bukti itu ditafsirkan dari artefak Maya kuno dan teks kolonial.

Misalnya, peristiwa penting, tanggal pertempuran yang ditetapkan penguasa Dos pilas (situs Maya di Guatemala). Penguasa Balaj Chan K’awiil memilih tanggal ini berdasarkan penampakan 'Chak Ek'.

Oleh arkeolog Stockholm University, Johan Normark, 'Chak Ek' diartikan sebagai Venus. Namun, Aldana dalam studinya menentang hal itu. Kata dia, 'Chak Ek' adalah meteor.

Bayangkan, jika kejadian dikorelasikan dengan Venus tapi sejatinya itu berkaitan dengan peristiwa acak seperti halnya penampakan meteorit? Jelas hasil dari menghubung-hubungkan waktu dalam kalender Maya dengan kalender modern acak-acakan dan pasti selisih.

Dalam tulisannya, Aldana menyajikan beberapa alasan mengapa konstanta GMT tak bisa diandalkan. Dia bukan orang pertama yang meragukannya.

Namun, penelitian lebih lanjut seperti penentuan waktu dengan  radiokarbon perlu dilakukan untuk mendukung dalilnya.
Jadi, masih percaya kiamat bakal terjadi 2012?

(Sumber: LiveScience, Discovery News/hs) via VIVAnews






add post | Wahoha

Mengerikan, Ternyata Ada Gunung Lumpur Purba di Sidoarjo Berusia 2000 Tahun



0

Masih ada dua kanal lumpur panas lain yang berpotensi meletus sewaktu-waktu.
 
Sudah lewat empat tahun sejak semburan lumpur panas di Porong Sidoarjo Jawa Timur terjadi. Kini, petaka 29 Mei 2006 itu masih terus memuntahkan sekitar 150 ribu kubik lumpur saban hari. Kontroversi mengenai penyebabnya hingga kini terus berlangsung.



Pendapat para ilmuwan terbelah dalam mengidentifikasi penyebab semburan lumpur yang dalam bahasa ilmiahnya disebut mud volcano itu. Sebagian berpendapat itu disebabkan aktivitas pengeboran minyak PT Lapindo Brantas. Sebagian lainnya mengatakan bahwa meletusnya mud volcano diakibatkan aktivitas seismik yang dipicu gempa Yogyakarta yang terjadi dua hari sebelumnya, pada 27 Mei 2006.

Belum lama ini sekelompok ilmuwan geologi Rusia menuntaskan riset enam bulan mereka tentang lumpur Sidoarjo (LUSI) yang mengungkap temuan cukup mengejutkan. Mereka menyimpulkan Lusi disebabkan oleh aktifnya gunung lumpur purba di daerah itu, akibat dua gempa yang terjadi sebelumnya. Mereka juga menemukan bahwa terdapat dua kanal lumpur panas yang berpotensi meletus sewaktu-waktu.

Tim ini diawaki para ahli yang berasal dari Universitas Nasional Odessa Ukraina, Kementrian Lingkungan Ukraina, dan AP Karpinsky Russian Geological Research Institute/VSEGEI--ini adalah otoritas lembaga geologi tertinggi di Rusia yang didirikan sejak 1885. Salah satu di antaranya adalah seorang pakar senior yang turut menentukan lokasi pembangkit nuklir Bushehr di Iran, salah satu reaktor nuklir yang paling ditakuti negara Barat.

Jumat, 1 Oktober 2010 lalu, Indra Darmawan dan Denny Armandhanu dari VIVAnews.com menjumpai Dr. Sergey V Kadurin (Kepala tim riset), Prof. Igor Nikolaevich Kadurin (penasihat tim riset), dan Yuriy P. Rakintsev (Presiden Direktur RineftGaz, perusahaan minyak dan gas Rusia yang membiayai riset), di sebuah hotel di Jakarta. 

Berikut petikan wawancaranya.

Apa sebetulnya tujuan dari riset ini? Apa yang membuat Anda merasa perlu mengadakan penelitian di sini?

Sergey Kadurin: Saya memang bekerja meneliti mud volcano. Ini bidang saya. Ini adalah kesempatan baik bagi saya untuk datang ke Indonesia, karena ini adalah salah satu mud volcano terbesar di dunia yang termasuk dalam tipe caldera. Saya tentu tak akan menyia-nyiakan untuk meneliti obyek ini. Sebelumnya kami telah melakukan penelitian yang sama terhadap mud volcano di Ukraina dan Azerbaijan. Kini, tujuan kami adalah untuk menguji metodologi kami di Indonesia.

Dari mana Anda memperoleh pembiayaan untuk riset ini? Apakah ada dana dari pihak-pihak yang terkait PT Lapindo Brantas?

Sergey Kadurin: Semua pembiayaan dilakukan oleh perusahaan minyak dan gas bumi Rusia RINeftGaz.

Yuriy Rakintsev: Penelitian ini merupakan bukti persahabatan antara negara Indonesia dengan Rusia. RINeftGaz sendiri sudah lama memiliki usaha di Indonesia dan kami bermitra dengan berbagai pihak di Indonesia termasuk dengan Pertamina. Ini meneruskan persahabatan antara Indonesia dengan Rusia yang telah dimulai sejak Presiden Sukarno. Kedua negara sama sekali tidak pernah berkonflik. Beberapa proyek besar di Indonesia, misalnya saja Stadion Sepakbola Senayan, merupakan hasil kerja sama antara kedua negara.  

Beberapa waktu lalu saya juga sempat ke Kalimantan. Di sana saya sempat diberitahu bahwa ternyata jalan utama di tempat itu dibuat oleh insinyur-insinyur Rusia sejak tahun 1950-an dan hingga kini jalanan itu masih bagus dan berfungsi dengan baik. Jadi kami ingin meningkatkan kerja sama antara dua negara.

Adapun, penelitian ini diawali oleh kunjungan masing-masing kedua kepala negara. Setelah Presiden Vladimir Putin datang ke Indonesia pada November 2007, kedua negara melakukan perjanjian kerjasama, di antaranya  termasuk proyek riset ini. 

Apa saja hasil riset Anda?

Sergey Kadurin: Seperti yang Anda ketahui, Indonesia khususnya Pulau Sumatera, Jawa adalah tempat bertemunya dua lempeng tektonik: lempeng Australia di bagian selatan dengan lempeng Eurasia di bagian utara. Lempeng Australia menumbuk lempeng Eurasia dengan kecepatan 7 cm per tahun, yang mana merupakan kecepatan tektonik terbesar di dunia.

Bertemunya dua lempeng ini menghasilkan jajaran gunung berapi di bagian utara pertemuan lempeng, serta daerah secondary convection cell yang biasanya banyak dijumpai minyak, gas, dan juga mud volcano (gunung lumpur). Wilayah ini biasanya disebut juga back-arc basin.
 
Dari data-data seismik dua dimensi (2D) yang kami peroleh dari pemerintah Indonesia, kami melakukan interpretasi untuk mengidentifikasi struktur lumpur. Ini melibatkan tak kurang dari 36 profil seismik dengan panjang lebih dari 600 km dan ekspedisi lapangan untuk mempelajari kondisi geologi-geofisik Jawa Timur dan LUSI. 

Ternyata, di Jawa Timur sendiri terdapat 15 mud volcano, dan LUSI adalah mud volcano ke-15 sekaligus yang terbesar. Kami juga menemukan beberapa sesar (patahan) termasuk sesar Watukosek di wilayah itu. Kami membuat konstruksi Geological Information System (GIS) untuk model tiga dimensi (3D) formasi geologi wilayah itu untuk mengetahui struktur gunung lumpur. 

Selain itu, kami juga mengumpulkan data gempa yang terjadi di wilayah itu selama 25 tahun terakhir (1984-2009). Ternyata dalam tempo tak sampai satu tahun (10 bulan), terjadi dua gempa di wilayah itu. Yakni gempa yang terjadi pada 9 Juli 2005 dan 27 Mei 2006.

Gempa 9 Juli 2005 sebesar 4,4 Skala Richter dengan episentrum tepat 10 km di bawah LUSI. Gempa kedua adalah gempa 27 Mei 2006, gempa Yogyakarta yang berkekuatan 6,3 SR. Menurut kami, ini adalah salah satu penyebab terbukanya saluran lumpur dari gunung lumpur purba yang terbentuk sekitar 150-200 ribu tahun lalu.


Bagaimana mungkin? Bukankah episenter gempa Yogyakarta letaknya sangat jauh dengan lokasi LUSI?

Lokasi keduanya berjarak hampir 200 km (185 km).  Tapi bila Anda lihat di peta, Yogyakarta berada di bawah jajaran sistem gunung berapi di Jawa. Sementara Sidoarjo terletak di bagian atas sistem gunung berapi di Jawa. Sistem gunung berupa magmatik ini mirip seperti sebuah kabel.

Ketika Anda tekan kabel pada bagian bawah, akan terjadi gaya tekan ke bagian atasnya. Dengan struktur magmatik tersebut, gelombang seismik gempa Yogyakarta akan mempengaruhi struktur gunung lumpur LUSI. Jadi, jarak 200 km bagi sebuah proses geologi tidak berarti apa-apa. 

Lalu kenapa gempa Yogyakarta tidak mempengaruhi sistem gunung lumpur lain selain LUSI?

Sebab, LUSI berada pada kawasan metastabil (tak stabil), dengan sejarah gempa-gempa bumi, letusan gunung berapi dan mud volcano. Semua berkaitan. Apalagi sebelumnya sudah terjadi gempa tepat di bawah lokasi LUSI.

OK, tapi kenapa butuh waktu dua hari sejak gempa Yogyakarta hingga terjadi letusan LUSI pada 29 Mei 2006?

Gunung lumpur LUSI tidak berada pada struktur yang kosong. Terdapat berbagai lapisan batuan. Lumpur dan air butuh waktu untuk naik ke atas, apalagi kedalaman lumpur sekitar 3 km di bawah (pemetaan 3D gunung lumpur LUSI dilakukan hingga kedalaman 5 km di bawah permukaan tanah, Red). 

Apakah penyebabnya hanya gempa saja?

Gempa bumi bukan satu-satunya pemicu semburan LUSI. Semburan terjadi lebih karena struktur geologi di pulau Jawa. Terdapat deposit lumpur dalam jumlah besar di bawah wilayah Sidoarjo. Selain itu pergerakan sesar di sana juga bisa mempengaruhi terjadinya semburan. Pada daerah yang dekat dengan zona subduksi, tekanan bawah tanah memang sangat tinggi karena banyaknya aktivitas magma yang terjadi.

Apakah semburan LUSI juga disebabkan oleh aktivitas pengeboran PT Lapindo Brantas?

Pengeboran tidak ada kaitannya dengan LUSI. Sebab bila pengeboran mengenai struktur lumpur, lumpur seharusnya akan keluar dari mulut sumur pengeboran, karena lumpur akan lebih mudah keluar melalui sumur yang kosong daripada melalui lapisan batuan. Pada kasus LUSI, semburan lumpur terjadi di lokasi yang berjarak sekitar 250 meter dari sumur pengeboran. Dan semburan terjadi di beberapa titik, bukan hanya satu titik.  

Model 3D struktur gunung lumpur LUSI

Tapi apakah getaran dari aktivitas pengeboran bisa mempengaruhi struktur lumpur sehingga mempercepat semburan lumpur?

Semula saya juga sempat mengira seperti itu. Namun, dengan diameter sumur antara 50 cm-1 m, getaran dari pengeboran hanya akan berhenti pada 5-7 m dari sumur. Dan seharusnya energi pengeboran akan mengarah ke bawah.
Dua gempa yang diperkirakan sebagai pemicu semburan LUSI

Tegasnya, apa kesimpulan penelitian Anda?

Menurut hasil studi kami,  LUSI adalah proses alam yang dipicu oleh gempa bumi yang terjadi pada 2005 di Sidoarjo dan gempa pada 2006 di Yogyakarta. Tidak ada yang bisa menghentikan kekuatan alam, proses alam itu jauh lebih kuat dari campur tangan manusia.

Tidak ada seorangpun yang bisa mencegah terjadinya semburan lumpur panas. Setiap klaim yang mengatakan sanggup untuk menghentikan semburan lumpur, itu adalah kebohongan. Dulu di Rusia sempat ada rencana untuk menghentikannya dengan menggunakan bom nuklir, tapi itu tidak benar dan adalah ide yang sangat mengerikan.

Kita hanya bisa memperkirakan proses alam itu dan bagaimana kita menghadapinya. Sayangnya, tidak ada yang bisa menghentikan LUSI. Kita hanya bisa membuat sistem untuk mengetahui apa yang terjadi saat ini dan memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. 

Ada yang bilang kesimpulan seperti Anda ini cuma diyakini oleh minoritas ilmuwan saja di dunia. Benar begitu?

Sepanjang yang saya ketahui, hanya tim kami yang memiliki hasil dari riset geofisika di sini. Hanya tim kami yang memiliki seismic profile. Kami memiliki teknologi untuk melakukan interpretasi dari seismic profile, untuk mengetahui struktur lumpur LUSI. Ini adalah riset LUSI pertama dan satu-satunya yang dilakukan berdasarkan data ilmiah aktual. Dan bagi kami, ini ketiga kalinya kami melakukan pekerjaan semacam ini, dan membuat model 3D GIS untuk mengerti bagaimana struktur lumpur dan lokasinya berada. 

Kami tidak tahu apa dasar dari orang-orang yang memiliki opini berbeda, karena dalam hal ini seharusnya semua kesimpulan harus disandarkan pada data. 

Memang sangat mudah untuk menuding siapa yang bersalah dalam hal ini. Mungkin karena mereka (PT Lapindo) saat itu sedang bekerja di wilayah itu, mereka langsung disalahkan. Padahal, mereka hanya menambang di tempat dan waktu yang salah. 

Sangat berbahaya salah mengasumsikan bahwa bencana ini disebabkan oleh pengeboran. Karena pemerintah jadi mengabaikan kemungkinan potensi bencana lumpur panas lain, yang sebenarnya bisa diantisipasi. Sebab, berdasarkan observasi dari model 3D, kami juga menemukan dua kanal lumpur lain di dekat situ (Sidoarjo) yang potensial meletus sewaktu-waktu.

Lalu, apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah Indonesia?

Untuk mengatasi kasus ini, kami merekomendasikan kepada pemerintah untuk membuat sistem monitoring di wilayah-wilayah dekat semburan lumpur. Sistem ini membutuhkan 10 stasiun dan detektor, yang masing-masing letaknya berjarak sekitar 15 km. 

Di titik pusat harus dipasangi alat untuk mendeteksi gempa seismik yang terjadi di tempat itu. Dengan demikian kita bisa mengetahui tekanan yang terdapat di dalam permukaan wilayah itu, gelombang seismik di bawah tanah, sehingga kita bisa memprediksi kapan dan di mana semburan berikutnya akan terjadi. 

Jadi kita bisa membuat prediksi pada situasi itu. Kita bisa melakukan langkah-langkah mengantisipasinya, seperti misalnya dengan mematikan listrik atau gas, membuat bendungan untuk lumpur baru, dan lain sebagainya. 

10 titik stasiun pendeteksi tekanan lumpur yang diusulkan

Dari model 3D yang Anda buat, dapatkah Anda memprediksi sampai kapan LUSI akan terus menyembur?

Ini sangat tergantung dari tekanan dan struktur lumpur yang terdapat di dalamnya. Untuk memprediksi hal itu diperlukan riset baru. Bagi ukuran gunung lumpur sebesar LUSI, semburan dapat saja bertahan hingga 20 tahun lamanya. Tekanan semburan juga bergantung kepada tekanan dari bawah tanah, pergerakan lempeng. Jika tekanan masih tinggi maka semburan masih akan terus terjadi.

***

Profil Anggota Tim Riset 

Dr. Sergey V. Kadurin

Kadurin adalah seorang pakar geologi dengan pengalaman dan keahlian di bidang-bidang:
- Geologi dan geologi kelautan;
- Mineralogi dan bio-mineralogi;
- Geologi kelautan Quaternary dan palaoeceanography;
- Paleoclimatology, perubahan permukaan laut global;
- Sejarah Quaternary, paleoceanography, glacials dan inreglacial, sapropels dan peristiwa anoxic;
- Pemantauan lingkungan;
- Geologi GIS.

Ia bekerja di Universitas Nasional Odessa, Departemen Kelautan dan Geofisika; sebagai asisten profesor pada 1999-2001 dan saat ini memegang jabatan sebagai pengajar senior. 

Kegiatan:
- 2005 - 2009: proyek HERMES (Hotspot Ecosystems Research on the Margins of European Seas);
- 2005 - 2009: IGCP 521 Laut Hitam - Koridor Mediteranian: Perubahan permukaan laut dan adaptasi manusia, UNESCO, IUGS, koordinator kelompok kerja;
- 2008: Ekspedisi penelitian kapal pengangkut barang “Vladimir Parshin” di Laut Hitam;
- 2007: Ekspedisi ke Semenanjung Kerch;
- 1999: Ekspedisi penelitian kapal pengangkut barang “Sprut” di Laut Hitam;
- 1998: Ekspedisi penelitian kapal pengangkut barang “Argon” di Laut Hitam;
- 1995: Ekspedisi penelitian kapal pengangkut barang “Argon” di Laut Hitam.

Dr. Igor A. Losev

Losev saat ini bekerja sebagai ahli analisis mineral di Universitas Nasional Odessa. Ia memiliki berbagai pengalaman sebagai berikut:
- Pengamatan lingkungan;
- Geologi gunung lumpur;
- Geologi sumber mineral;
- Geologi dan geologi kelautan;
- Mineralogi;
- Geologi kelautan Quaternary dan palaeoceanography;
- Paleoclimatology, perubahan permukaan laut global;
- Geofisika kelautan dan penafsiran seismik.

Dr. Lubov Ju. Eriomina

Eriomina saat ini bekerja di bawah Kementerian Perlindungan Lingkungan Ukraina. Ia juga bekerja sebagai ahli geologi dalam ekspedisi geologi dan geofisika untuk perusahaan negara bagian Prichornomorske semenjak tahun 2007. Keahliannya meliputi:
- Geologi dan geologi-kelautan;
- Proses geologi terbaru dan neotektonik;
- Peran tektoknik dalam pembentukan mineral;
- Keteraturan distribusi mineral dan potensi estimasi mineral Laut Hitam;
- Geologi GIS;
- Palaeoceanography dan gologi kelautan Quaternary;
- Perubahan permukaan laut global.

Dr.  Igor Nikolaevich Kadurin

Nikolaevich adalah penasihat tim yang merupakan ahli senior geofisika Rusia. Ia merupakan tokoh yang telah melakukan seismic profiling di seluruh daratan Rusia sepanjang 140 ribu km, mulai dari 1971. Ia juga sempat membantu pemerintah Iran untuk menentukan posisi yang aman untuk membuat reaktor nuklir di Bushehr. Selain itu ia telah melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

- September 1971 - Oktober 1972: Geofisis, survey geofisika Ilijsky (Kazgeophyztrest);
- Oktober 1972 - April 1979: Kepala Geofisis, eksperimen kusus survey geofisika Spetzgeophysica MinGeo, USSR;
- April 1979 - Juni 1991: Kepala Departemen, Survey Daerah Geofisika Khusus di Neftegeophysica MinGeo USSR;
- Juni 1991 - Februari 1995: Direktur Cabang Selatan perusahaan pemerintah - pusat penelitian geofisika dan geologi daerah GEON, V.V Fedynskiy, Komite Pemerintah Bidang Geologi dan Pertambangan, Rusia;
- Februari 1995 - Februari 2004: Asisten Presiden perusahaan pemerintah - pusat penelitian geofisik dan geological daerah GEON, V.V Fedynskiy, Komite Pemerintahan Geologi dan Pertambangan Rusia;
- Februari 2004 – Agustus 2005: Presiden perusahaan pemerintah - pusat penelitian geofisika dan geologi GEON daerah, V.V. Fedynskiyin, Komite Pemerintahan Geologi dan Pertambangan Rusia;
- Agustus 2005 - sekarang: Kepala Departemen Teknologi, Departemen Seismologi dan Pemantauan Seismik di VNIIGeophysica;
- 2002 – sekarang: Penasihat Senior pada Seksi Geofisika VSEGEI/AP Karpinsky, Russian Geological Research Institute.

Sumber :  VIVAnews






add post | Wahoha

Foto-foto Mumi dari Berbagai Belahan Dunia



0

Meskipun Mesir terkenal dengan mumi-nya, banyak budaya lain di seluruh dunia memperatekkan hal yang sama. Tidak seperti fosil atau tengkorak, mumi adalah badan yang mempertahankan jaringan lunak seperti kulit dan otot. Meskipun kata "mumi" paling sering dikaitkan dengan bangsa Mesir Kuno, mumi lainnya telah ditemukan di seluruh dunia, beberapa sengaja dibalsem, ada juga proses alam (suhu dan cuaca) dan kepercayaan mistis dan magic sehingga orang tersebut tidak rusak. Berbeda dengan Mesir Kuno, yang praktek mumifikasi berpusat pada kekayaan dan status, Chinchorro dibalsem setiap orang dalam komunitas kecil mereka termasuk bayi dan janin. Setelah kulit dan organ-organ almarhum, tubuh akan diperkuat dengan ranting, buluh, dan tongkat, kemudian dicat dan wigged. Mayat mumi dalam posisi duduk tegak, memungkinkan gravitasi untuk mengalirkan pergi cairan tubuh. Bentuk mumifikasi berkembang sampai diadopsi oleh budaya Amerika Selatan lain seperti Nazca dan Chiribaya. Kemudian suku Inca, namun banyak dari mumi mereka dihancurkan oleh conquistador Spanyol pada tahun 1532. Bahkan ada mumi yang alami mumi. Ada beberapa penyebab alami seperti suhu rendah atau sangat cuaca kering.




Credit to http://www.stellasmagazine.com/mummies-in-other-cultures/






add post | Wahoha

Mumi Gadis Cantik Yang tetap Mempesona



15






add post | Wahoha


 

eFBez Copyright © 2010