Galeri Undangan
Showing posts with label Scince. Show all posts
Showing posts with label Scince. Show all posts

Kirim SMS Gratis dengan Gmail



0


Sementara ini, SMS gratis hanya bisa dinikmati di jaringan Telkomsel dan Indosat saja.

Ilustrasi: Mobile Browsing (operawatch.com)

VIVAnews - Kalau Anda penggemar layanan SMS, ada kabar gembira. Mulai hari ini, Anda tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membeli pulsa sebelum mengirim SMS. Karena dengan Gmail, Anda bisa mengirimkan SMS secara gratis.

Memang bukan layanan yang gres, tetapi diperkirakan masih banyak orang yang belum mengetahui tentang layanan ini. Dengan SMS in Chat, pengguna dapat mengirim dan menerima SMS dari akun Gmail.

Awalnya, layanan nilai tambah ini hanya bisa dipakai untuk nomor-nomor Amerika Serikat (+1) saja. Tetapi, baru-baru ini Google membukanya di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Ghana, Israel, Malawi, Nigeria, Zambia, Uganda, Tanzania, Arab Saudi, Senegal, Palestina, hingga Kenya.

Di Indonesia, hanya dua operator yang mendukung layanan SMS gratis ini di Indonesia, yaitu Telkomsel dan Indosat. Meski kuotanya dibatasi 50 SMS per hari, Google cukup membantu pelanggan, terlebih lagi bagi yang kerap mengirimkan SMS internasional.

Sebagaimana diketahui, tarif SMS internasional Telkomsel adalah Rp600, sementara Indosat Rp500 per SMS, kecuali seluruh negara di Eropa, Fiji, Papua Nugini, Senegal & Uni Emirat Arab dikenakan biaya Rp1.200 per SMS. Dibandingkan dengan SMS in Chat di Gmail, tentu sangat terasa. Apalagi, setelah 24 jam, kuota SMS akan kembali ke 50.

Instalasinya sangat mudah. Di Gmail, terdapat fitur Google Labs.

Di dalamnya, Anda mengaktifkan fitur SMS (text messaging) in Chat dan SMS in Chat gadget dengan mengklik Enable. Jika sudah, geser mouse ke bawah dan klik Save Changes. Instalasi selesai. Di sebelah kiri inbox Gmail Anda akan muncul tabulasi 'Send SMS'.

Untuk menggunakannya juga mudah. Masukkan nomor tujuan dengan kode negara (misalnya, +62811890xx), kemudian Enter. Anda akan diminta memasukkan detail kontak. Setelah kontak diregistrasi, akan ada pop-up window layaknya Gtalk. Selesai.

Anda bisa mengirimkan SMS sepuasnya, maksimal 50 kali dalam sehari. Selamat mencoba!

• VIVAnews






add post | Wahoha

Benarkah Manusia Punya Gen Alien?



0

Berencana membuat silsilah keluarga yang tidak biasa? Jangan khwatir. Ilmuwan MIT dan Harvard University memperkirakan, dulu manusia punya kerabat yang tinggal di Mars.




Meskipun gagasan ini tampak seperti lelucon, namun jangan tertawa. Menurut MIT News, banyak ilmuwan yang menganggap kehidupan Bumi sebenarnya berasal dari organisme yang hidup di planet merah itu lalu terbawa ke Bumi via meteorit.

Untuk membuktikan teori itu, ilmuwan Massachusetts Institute of Technology dan Harvard University mengembangkan instrumen penelitian yang menawarkan bukti. Ini disebut Search for Extra-Terrestrial Genom (SETG).

Mereka mencari tahu kehidupan Mars dengan melibatkan urutan molekul DNA atau RNA yang ditemukan di Bumi dan Mars. Ilmuwan percaya kedua planet ini memiliki iklim yang hampir sama di masa awal pembentukan tata surya. Karenanya, ada kemungkinan perkembangan kehidupan pun mirip di kedua planet itu.

Ditambah, banyak bukti menunjukkan karena asteroid, sejumlah materi Mars meluncur ke Bumi berupa batuan. "Ini merupakan penelitian panjang. Tapi, jika kita pergi ke Mars dan menemukan sesuatu yang berhubungan dengan manusia, maka kita sebenarnya berasal dari Mars,” ujar ilmuwan MIT, Christopher Carr.

Carr dan tim optimistis karena penjelajahan di Mars sebelumnya menunjukkan keberadaan air di planet itu. "Mars menjadi tempat terbaik untuk mencari kehidupan di atas permukaan," kata Carr lagi.

Walaupun membutuhkan dua tahun untuk desain dan uji coba perangkat SETG, ilmuwan berharap penelitian ini mampu menjadi informasi unggulan bagi misi masa depan Mars. SETG dapat berfungsi sebagai alat analisis organisme potensial dan melakukan pemisahan genetis dari objek yang ditemukan.

“Kita mungkin saja berasal dari Mars. Karenanya, kita harus mencari kehidupan di Mars yang berhubungan dengan manusia,” ujar Carr.

Sumber: http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=92239






add post | Wahoha

Misteri Arca Berusia 200.000 Tahun Yang Ditemukan Di Bulan



0



Sebuah catatan saintis baru saja dirilis yang membuktikan bahwa permukaan bulan pernah dihuni kehidupan cerdas. Hal itu dibuktikan dari penemuan sebuah arca 10 inci di atas batu karang bulan.

Pakar Geologi Dr. Morris Charles mengungkapkan beberapa waktu lalu bahwa para ilmuwan daru laboratorium NASA telah membawa sebuah batu dari misi Apollo 11 40 tahun silam, tahun 1969. Dr. Charles adalah seorang ilmuwan dari NASA selama 23 tahun sebelum akhirnya mengundurkan diri. Tapi ia tetap menjaga hubungan dengan lembaga tempat ia bekerja dulu.

“Figur arca itu menggugah rasa keingin tahuan kita. Artinya pada suatu waktu atmosfer di bulan sangat mendukung kehidupan. Lebih dari itu, arca itu juga menunjukkan dari rasa estetika seni yang indah dari orang-orang yang membuatnya,”kata Dr.Charles kepada reporter.

Arca yang disebut sebagai “Angel” atau bidadari itu terbuat dari kombinasi besi khusus ditemukan ekslusif di sebuah tempat di ketinggian di bulan. Angel adalah arca bersosok perempuan memiliki sayap di bagian belakang dan rambut bergelombang panjang.

Ada kemungkinan arca angel didatangkan dari planet lain. Berdasar analisis kimia logam, pakar Geologi menduga bahwa arca itu berusia lebih dari 200.000 tahun, yang berarti kemungkinan ia dibuat 170.000 tahun sebelum spesis manusia muncul di bumi.

Dr. Miles Fredericks dari Universitas New York menyebutkan teori tentang legenda orang Sumeria yang menyebutkan Annunaki, dewa-dewa bersayap, yang berasal dari abad 18 SM. Mungkin orang Sumeria pernah dikunjungi penghuni bulan, yang sosoknya dijadikan imej dari arca Angel.

Walaupun banyak yang memikirkan misteri figur Angel tetapi sebagian orang menyayangkan mengapa rahasia itu disimpan begitu lama. “Artifak ini telah menjadi rahasia umum di kalangan dalam NASA selama bertahun-tahun. Tapi pejabat tinggi NASA menyimpan rahasia ini untuk mencegah kepanikan dunia.






add post | Wahoha

Ternyata Permukaan Bumi Semakin Bergerak ke Utara



0


  (AP Photo/NASA)
Saat Anda membaca artikel ini, permukaan bumi di bawah Anda bergerak secara perlahan-lahan menuju ke kutub utara. Menurut sejumlah ilmuwan, pergeseran ini lebih besar dibandingkan dengan yang mereka perkirakan. Akan tetapi, di luar efek minor pada satelit, tidak ada efek signifikan yang akan terasa.

Peneliti menemukan, pergeseran massa air di seluruh dunia, dikombinasikan dengan apa yang disebut dengan post-glacial rebound, telah menggeser permukaan bumi dari pusatnya sebanyak 0,035 inci atau 0,88 milimeter per tahun ke arah kutub utara.

Post-glacial rebound merupakan efek balik dari permukaan padat bumi terhadap berkurangnya gletser dan hilangnya beban berat. Dengan berkurangnya gletser pada akhir jaman es, tanah di bawah es mulai naik dan terus naik. Untuk itu, seperti sudah diperkirakan, lapisan padat di permukaan akan bergerak ke utara sebagai efek dari pusat massa planet.

Saat menghitung perubahan ini, para ilmuwan mengombinasikan data gravitasi dari NASA dan satelit German Aerospace Center Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) yang mengukur pergerakan permukaan bumi lewat GPS dan model yang dikembangkan oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA yang memperkirakan massa samudra di atas setiap titik di dasar samudera.

Xiaoping Wu, peneliti JPL di Pasadena, California memperkirakan, penyebab utama pergeseran permukaan bumi adalah karena melelehnya lapisan es Laurentide, yang menyelimuti sebagian besar Kanada dan bagian utara Amerika Serikat di jaman es lalu.

“Temuan baru ini ternyata jauh lebih besar dibandingkan perkiraan terdahulu yang hanya 0,019 inci atau 0,48 milimeter per tahun,” kata Wu, seperti dikutip dari Livescience, 28 September 2010.

Meski demikian, Wu menyebutkan, pergerakan permukaan ke arah atas tidak akan mempengaruhi kehidupan di bumi. “Pergeseran itu kurang dari satu milimeter per tahun, jadi tidak berpengaruh,” kata Wu. “Beda halnya jika pergeseran mencapai 1 sentimeter. Itu akan menghadirkan perubahan yang signifikan,” ucapnya.

Walaupun pergerakan lempeng tidak mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari, pergeseran ini akan berpengaruh pada pelacakan satelit dan pesawat luar angkasa. “Seatelit di orbit di mencatat informasi dari luar angkasa dan berkorespondensi dengan instrumen yang ada di permukaan bumi,” kata Wu. “Pergerakan ini akan berpengaruh pada bagaimana kita melacak pesawat atau satelit tersebut,” ucapnya.

Laporan terbaru seputar pergeseran permukaan bumi tersebut dibuat oleh para peneliti dari JPL, Delft University of Technology di Belanda, serta Netherlands Institute for Space Research. Hasilnya dipublikasikan pada jurnal Nature Geoscience edisi bulan ini. (umi)

Sumber: http://teknologi.vivanews.com/news/read/179957-permukaan-bumi-semakin-bergerak-ke-utara






add post | Wahoha


 

eFBez Copyright © 2010