Galeri Undangan
Showing posts with label pirates. Show all posts
Showing posts with label pirates. Show all posts

Daftar Nama ABK Kapal MT Gemini yang Dibajak Perompak Somalia Terdapat 13 WNI



0

MT Gemini















 

eFBez - Kapal berbendera Singapura, MT Gemini yang dibajak perompak Somalia ternyata mengangkut ABK asal Indonesia. Dikabarkan ada 13 warga negara Indonesia di kapal itu.

Dilansir Straitstimes, Senin (2/5/2011), total kru yang ada di kapal tersebut berjumlah 25 orang. 13 ABK berasal dari Indonesia, 3 dari Korea, 3 dari Myanmar, dan 5 dari China.

Saat ini, pihak pengelola kapal yakni Glory Ship Management sedang melakukan komunikasi dengan pihak perompak.

Minggu kemarin, Glory Ship Management sebagai pengelola kapal dalam rilis pers yang disampaikan kepada media meyakini MT Gemini dibajak perompak pada Sabtu 30 April pukul 12.33 waktu Singapura.

Saat itu kapal sedang dalam perjalanan dari Kenya menuju Somalia. Pihak pengelola kapal mengatakan terakhir berkomunikasi dengan kru kapal siang hari waktu Singapura sebelum kapal dibajak dan komunikasi terputus.

Pengelola kapal memastikan akan mengerahkan segala cara untuk membebaskan kapal. (rez/rez)

Daftar Nama ABK belum disenaraikan...


Sumber: today.co.id 






add post | Wahoha

13 WNI Disandera Lagi Oleh Perompak Somalia



0







add post | Wahoha

Akhirnya Indonesia Takluk Ditangan Perompak dan Bajak Laut Somalia



0

Sore Ini, Nasib Sandera ABK Diumumkan
Istana belum bisa memastikan pembebasan sandera.


Perompak Somalia (Getty Images)

eFBez - Sebuah media asing mengabarkan tentang pembebasan 20 anak buah kapal (ABK) MV Sinar Kudus oleh para perompak Somalia. Sebanyak 20 ABK Indonesia yang telah disandera lebih dari 45 hari itu dikabarkan dibebaskan setelah perompak Somalia diberikan uang tebusan sebesar US$4,5 juta atau sekitar Rp38,5 miliar.

Ketika dikonfirmasi, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan keterangan resmi akan disampaikan PT Samudera Indonesia, sebagai pemilik kapal, pada Minggu sore.

"Nanti sore konferensi pers bersama PT Samudera Indonesia dengan Kapuspen (Kepala Pusat Penerangan TNI)," kata Djoko Suyanto, saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Minggu, 1 Mei 2011.

Namun, Djoko tidak menjelaskan lebih jauh mengenai kebenaran kabar atau mengenai detail pembebasan.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan Istana belum bisa memastikan kebenaran kabar soal pembebasan 20 ABK MV Sinar Kudus. "Nanti saya cek dulu," ucap Julian saat mendampingi Presiden mengunjungi sejumlah pabrik di Bogor, Jawa Barat, 1 Mei 2011.

Menurut Julian, jika ada kesepakatan antara perompak Somalia, maka itu dilakukan oleh PT Samudera Indonesia sebagai pemilik kapal, bukan pemerintah.

"Kalau ada penyerahan uang, itu bukan dengan pemerintah, tapi dengan pemilik kapal," ujar Julian.
Kapal MV Sinar Kudus hilang kontak dengan pemilik kapal, Samudera Indonesia, sejak 16 Maret 2011. Namun diketahui, kapal itu dibajak perompak di perairan Laut Arab. Saat itu, kapal bermuatan bijih nikel tersebut sedang melakukan perjalanan dari Pomala, Sulawesi Tenggara, ke Rotterdam, Belanda. (art)

Sumber: VIVAnew.com






add post | Wahoha

Pasukan Khusus Korsel Bebaskan Dua WNI dari Perompak Somalia



0

Pasukan khusus angkatan laut Korea Selatan berhasil membebaskan kapal pengangkut barang yang disandera kawanan perompak asal Somalia di Laut Arab, Jumat (21/1). Semua awak kapal, termasuk dua Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil diselamatkan. (Foto: AP Photo/ Arabian Navy)












add post | Wahoha

Belajar dari Malaysia dan Korsel Membekuk Perompak



0


Namun, kasus dua negara ini dikatakan berbeda dengan kasus yang dialami Indonesia.


Pasukan khusus Korsel membekuk perompak Somalia (AP Photo/ Arabian Navy)
eFBez - Perompak Somalia pada 16 Maret 2011 berhasil membajak kapal PT. Samudera Indonesia yang diawaki oleh 20 anak buah kapal (ABK). Kehabisan makanan dan obat-obatan, keadaan mereka kini kian kritis.

Rezky Judiana, putri salah seorang awak kapal yang ditawan, Slamet Juari, mengungkapkan kondisi ayahnya dan beberapa tawanan lainnya semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan komunikasinya dengan sang ayah, para perompak membatasi makan dan minum mereka.
Setelah melakukan perundingan antara pihak ABK dan para perompak, akhirnya disepakati tebusan untuk mereka diturunkan menjadi sebesar US$3 juta (27 miliar). Sebelumnya pihak perompak meminta tebusan hingga US$3,5 juta (30 miliar).

Sementara itu, pihak Samudera Indonesia yang diwakili oleh wakil presiden direktur, David Batubara, mengatakan bahwa ini bukan soal tebusan. Namun, dia tidak memastikan apakah pihak Samudera Indonesia sudah menyiapkan tebusannya atau belum.

Samudera Indonesia meminta keluarga para awak tak terlalu khawatir. Sebab, "Dalam lebih dari 200 kasus pembajakan tidak pernah terdokumentasikan para pembajak menyakiti, kecuali ada perlawanan dari awak kapal."

***

Sebelumnya, kasus serupa juga pernah dialami oleh negara jiran kita, Malaysia, pada 22 Januari lalu. Kala itu, perampok Somalia telah berhasil menguasai kapal berbendera Malaysia di Teluk Aden. Namun, berkat kesigapan angkatan laut Malaysia yang memang berpatroli di wilayah tersebut, perompak berhasil dilumpuhkan.

Angkatan Laut Kerajaan Malaysia mengatakan, pasukan komandonya melukai tiga orang perompak dalam baku tembak dan berhasil menyelamatkan 23 kru kapal MT Bunga dari perompak yang menyerbu kapal dengan senjata pistol dan senapan.

Keberadaan Angkatan Laut Malaysia di Teluk Aden berfungsi untuk mengawal kapal yang berkaitan dengan kepentingan negeri jiran. Serangan itu terjadi hanya dua jam setelah angkatan laut meninggalkan MT Bunga usai mengawal kapal itu ke wilayah yang dianggap relatif aman di perairan Teluk Aden, sekitar 500 kilometer di lepas pantai timur Oman.

Kisah sukses penyelamatan warga negara dari perompak juga dilakukan oleh Korea Selatan, sehari sebelum keberhasilan Malaysia, 21 Januari 2011. Penyerbuan dilakukan setelah kapal ini dilacak keberadaannya sejak dibajak pada 15 Januari.

Kala itu pasukan khusus Korsel menyerbu kapal Samho Jewelery yang membawa puluhan ribu ton bahan kimia. Penyerbuan berhasil menyelamatkan ABK berjumlah 21 orang, dua diantaranya adalah warga negara Indonesia.

Malaysia dan Korea Selatan memang sejak 2009 lalu tergabung dalam gugus tugas pengamanan kapal kargo di perairan Teluk Aden, perairan yang disebut sebagai zona panas perompakan.
Mereka tergabung dalam gugus tugas gabungan 151 yang terdiri dari angkatan tempur gabungan 20 negara. Diantaranya adalah Singapura, Korea Selatan, Kanada, Denmark, Prancis, Belanda, Pakistan, Inggris dan Amerika Serikat.

***

Kisah keberhasilan dua negara ini kiranya dapat menjadi pelajaran dan perhitungan bagi pemerintah Indonesia dalam menghadapi perompak kali ini. Namun tidak demikian menurut Deputi Kemenko Polhukam, Sagom Tamboen, kepada VIVAnews, Senin, 11 April 2011.

Dia mengatakan kasus yang dialami Indonesia berbeda dengan kasus dua negara tersebut. Dia menjelaskan bahwa Korsel dan Malaysia dapat dengan mudah meringkus para perompak karena kapal yang dibajak masih berada di Teluk Aden.

"Kasus kali ini berbeda dengan Korsel dan Malaysia. Kala itu para perompak masih berada di Teluk Aden sehingga mudah melakukan koordinasi dengan para pasukan internasional yang berada di sana," ujar Tamboen.

"Perompak yang menahan Indonesia diperkirakan telah memasuki perairan Somalia, sehingga menyulitkan kita untuk masuk," tambahnya.

Tamboen menjelaskan bahwa kapal negara lain tidak bisa sembarangan memasuki perairan ini, harus terlebih dahulu meminta persetujuan dari pemerintah Somalia.

"Masalahnya adalah Somalia dianggap sebagai negara gagal dengan pemerintahan yang tidak efektif. Kalau sudah begini, kepada siapa kami meminta izin," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa jika saja perampok berada di perairan bebas, pemerintah Indonesia bisa dengan leluasa berkomunikasi maupun melakukan tindakan agresif.
VIVAnews






add post | Wahoha


 

eFBez Copyright © 2010